Teheran – Sosok pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, kini tengah menjadi sorotan intelijen Amerika Serikat. Meski jarang tampil di publik akibat luka-luka yang dideritanya dalam perang, Mojtaba dilaporkan tetap memegang kendali atas strategi perang Teheran dan negosiasi panas dengan Washington.
Melansir Anadolu Agency (AA), Sabtu, 9 Mei 2026, mengutip laporan CNN pada Jumat kemarin, intelijen AS meyakini bahwa putra dari mendiang Ali Khamenei ini aktif membentuk arah kebijakan luar negeri Iran dari balik layar.
Berikut poin-poin penting:
1. Memimpin Lewat Kurir Rahasia
Meskipun menderita luka bakar dan luka akibat pecahan peluru (serpihan rudal), pejabat AS percaya Mojtaba tetap berkomunikasi dengan para petinggi Iran melalui kurir kepercayaan dan kontak tatap muka langsung selama masa pemulihannya.
2. Kondisi Kesehatan yang Simpang Siur
Pihak Teheran melalui Kepala Protokol Kantor Pemimpin Tertinggi, Mazaher Hosseini, menegaskan bahwa kondisi Mojtaba terus membaik dan membantah spekulasi liar mengenai kesehatannya. “Kondisinya sudah jauh meningkat,” tegasnya.
3. Operasional Harian Diambil Alih IRGC
Di tengah proses pemulihan Mojtaba, operasional pemerintahan sehari-hari dikabarkan banyak ditangani oleh anggota senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Ketua Parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf, terutama dalam menghadapi diplomasi dengan pemerintahan Trump.
4. Kekuatan Militer Iran Belum Habis
Laporan intelijen juga mengungkap bahwa meski serangan AS telah melemahkan kemampuan militer Iran, kekuatan mereka belum sepenuhnya lumpuh. Banyak peluncur rudal dilaporkan masih dalam kondisi operasional dan siap siaga.
Akankah peran Mojtaba Khamenei dari balik layar ini mampu mengubah peta konflik di Timur Tengah?[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy