Momen silaturahmi Lebaran seringkali menjadi “medan perang” mental bagi sebagian orang. Alih-alih hangat, suasana bisa berubah canggung saat pertanyaan horor seperti “Kapan nikah?”, “Mana pasangannya?”, hingga komentar fisik mulai terlontar.
Menanggapi fenomena ini, Akademisi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Lu’luatul Chizanah, membagikan trik jitu agar Anda tetap tenang dan terlihat berkelas saat dihujani pertanyaan privasi tersebut.
Bagaimana cara menjawabnya?
Luluk menyarankan agar generasi muda tidak buru-buru melabeli penanya sebagai orang toxic. Alih-alih ngegas dengan jawaban “Bukan urusanmu!”, cobalah teknik asertif yang lebih cerdas.
“Respons yang tepat adalah yang tidak menyerang. Kita bisa balik bertanya secara retoris, misalnya: ‘Wah iya nih, ada saran nggak?’,” ujar Luluk, dilansir NU Online, Jumat, 20 Maret 2026.
Menurutnya, jawaban ini adalah tes ombak. Anda bisa melihat apakah si penanya benar-benar peduli ingin memberi solusi, atau sekadar basa-basi kosong.
“Terakhir, jangan lupa berikan senyuman paling elegan yang bisa kita tampilkan,” tambahnya.
Mengapa pertanyaan ini muncul?
Ternyata, pertanyaan privasi ini adalah “warisan” budaya kebersamaan Indonesia yang sangat kuat. Dulu, ini dianggap sebagai cara membuka obrolan agar akrab.
Namun, Luluk mengakui bahwa di zaman sekarang, nilai sosial sudah bergeser dan pertanyaan tersebut seringkali terasa tidak relevan lagi.
Ada dampak psikologis?
Meski dianggap biasa oleh orang tua, pertanyaan ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan mental jika tidak disiapkan responsnya. Seseorang bisa merasa:
Terintimidasi: Terutama jika ditanya di depan banyak orang.
Dipermalukan: Menurunkan harga diri (self-esteem).
Penghindaran Sosial: Malas ikut kumpul keluarga karena merasa “berisiko” secara psikologis.
Bagi Anda yang memiliki kecemasan tinggi, menyiapkan jawaban “template” dari rumah adalah kunci agar silaturahmi tetap berjalan damai tanpa drama.
Pertanyaan apa yang paling kamu hindari saat Lebaran? Kapan Nikah atau Kapan Lulus?[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy