Misi Kemanusiaan Aceh–Melayu Menembus Kamp Pengungsian Sawang

Geuchik Gampong Gunci
Geuchik Gampong Gunci Fazir Ramli bersama perwakilan Masyarakat Aceh-melayu Rawang Selangor dan Tim KPA Simpang Keuramat. Foto: Istimewa

Lhoksukon – Mata Muhammad Zubir berkaca-kaca ketika tiba di kamp pengungsian warga Lhok Pungki, Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Jumat, 23 Januari 2026.

Walau berusaha tampak tegar, Ketua Tim Masyarakat Aceh-Melayu Distrik Rawang, Selangor, Malaysia, ini tak kuasa menahan haru. Zubir sedang memimpin misi penyaluran sembako ke kawasan yang dilumat banjir bandang akhir November 2025.

Untuk sampai di titik pengusian, Zubir dan timnya terpaksa naik rakit bersama barang bantuan yang mereka bawa. Setibanya di seberang sungai, bantuan kembali dilansir menggunakan kendaraan roda empat yang telah menunggu.

Di tengah kesibukan itu, Zubir memberikan instruksi kepada timnya.

“Hubungi tim yang tinggal diseberang sungai, suruh mereka muat kembali ke rakit barang yang tersisa untuk kita tambah,” serunya saat rombongan bersiap kembali.

Medan berat dan jarak tempuh yang jauh memaksa tim kemanusiaan menyesuaikan rencana. Penyaluran bantuan yang semula dirancang untuk lima titik pengungsian di Kecamatan Sawang akhirnya dipangkas menjadi empat lokasi.

Baca juga: Gampong Cot Ara Bireuen Masih Tertimbun Lumpur, 54 Hektare Sawah Penuh Pasir

“Rencana penyaluran bantuan untuk lima titik pengungsian di Sawang memang belum ada target sasaran. Bisa saja tujuan kelima titik sampai di lapangan kita serahkan di satu atau dua lokasi, itu tergantung kebutuhan pengungsi,” ujar Muhammadan, Ketua Tim Laskar Pemuda Aceh yang menyertai misi kemanusiaan tersebut.

Geuchik Gunci Fazir Ramli mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tidak terhingga kepada Masyarakat Aceh-Melayu Malaysia yang telah tiba mengunjungi warganya.

“Kami tidak melihat berapa jumlah bantuan yang sampai di sini tapi kami sangat bersyukur atas empati dan kepedulian semua pihak, termasuk hari ini saudara kami kembali dari perantauan untuk sebuah ungkapan, bahwa kami tidak sendiri.”

Usai menyeberang dari Gampong Gunci, rombongan Masyarakat Aceh–Melayu bersama Tim KPA Simpang Keuramat dan Laskar Pemuda Aceh melanjutkan perjalanan ke titik pengungsian lainnya, yakni Gampong Riseh Baroh dan Riseh Teungoeh, juga di Kecamatan Sawang.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy