Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menginstruksikan penanganan pemulihan pascabencana harus difokuskan bagi masyarakat, terutama di Kecamatan Sawang, Aceh Utara.
Menurut Mualem, wilayah tersebut sangat mendesak membutuhkan pembangunan sedikitnya delapan jembatan darurat agar akses transportasi bisa lancar.
Hal itu disampaikan Mualem dalam rapat perpanjangan keempat status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh secara virtual, Kamis malam, 22 Januari 2026.
“Di Sawang, masyarakat sangat membutuhkan delapan jembatan darurat. Saat ini, warga terpaksa menyeberangi sungai secara manual. Jika debit air rendah masih bisa dilalui, namun jika arus deras, akses transportasi warga benar-benar terputus,” kata Mualem, dikutip dari keterangan tertulis.
Baca juga: Aceh Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Tujuh Hari
Pemerintah Aceh resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk keempat kalinya. Penetapan itu berlaku tujuh hari, mulai 23 hingga 29 Januari 2026.
Sejalan dengan penetapan tersebut, Mualem menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan pemangku kepentingan terkait untuk segera menjalankan langkah-langkah strategis di lapangan.
Fokus utama diarahkan pada koordinasi intensif dengan Satgas Pemulihan Bencana kementerian serta penuntasan pembersihan pemukiman, fasilitas ibadah, sekolah, hingga lahan pertanian warga yang terdampak.
Mualem juga menekankan pentingnya percepatan distribusi logistik ke wilayah terisolir dan prioritas pencarian korban yang masih hilang, dengan target penyelesaian dokumen Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) paling lambat pada 2 Februari 2026.
“Saya instruksikan kepada seluruh SKPA dan pemangku kepentingan untuk bergerak cepat. Pastikan logistik sampai ke gampong-gampong yang masih terisolir dan tuntaskan pembersihan fasilitas publik maupun lahan warga,” ucap Mualem.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy