Nama Soeharto Masuk Daftar Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Grafiti wajah Soeharto
Grafiti wajah Soeharto. Foto: Mast Irham/EPA/AAP

Jakarta – Nama eks penguasa Orde Baru Soeharto masuk dalam daftar penerima gelar pahlawan nasional.

Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, timnya masih berdiskusi untuk memilih nama-nama yang akan lolos menjadi calon penerima gelar pahlawan nasional.

Ia menyebut daftar nama itu, termasuk Soeharto, akan diserahkan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) pada Agustus mendatang.

“Nanti kira-kira Agustus yang untuk gelar pahlawannya, termasuk Soeharto nanti kami sampaikan pada saatnya,” tutur Saifullah Yusuf di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7 Juli 2025, dilansir Tempo.

Hingga saat ini, kata dia, tidak ada kendala apa pun dalam proses pemilihan nama itu. Namun, lambatnya proses penentuan nama karena Kemensos mengikuti jadwal yang telah ditentukan oleh undang-undang.

“Enggak ada kendala, nanti sore akan lanjut diskusi dan saya akan menerima laporan.”

Masuknya bekas presiden Soeharto ke dalam daftar nama penerima gelar pahlawan nasional tahun ini ditunggu-tunggu publik lantaran menuai banyak penolakan.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto merupakan bentuk pelecehan terhadap para korban pelanggaran hak asasi manusia selama rezim Orde Baru.

“Lebih dari dua dekade pascareformasi, korban masih harus terus menuntut keadilan dan tak kunjung mendapatkannya, namun individu yang paling bertanggung jawab atas kejahatan tersebut justru diwacanakan untuk diberi gelar pahlawan,” ujar Anggota Divisi Pemantauan Impunitas Kontras Jessenia Destarini, Sabtu, 12 April 2025.

Pahlawan nasional merupakan gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang merupakan Indonesia.

Setelah daftar nama yang diajukan pemerintah daerah diseleksi Kemensos, penyematan gelar pahlawan akan diputuskan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat yang diketuai Menteri Kebudayaan Fadli Zon.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy