Medan – Personel Ditressiber Polda Sumut menggerebek sebuah rumah kos VIP di Kabupaten Deli Serdang, yang menjadi sarang pembuatan video porno dalam bentuk siaran langsung atau live streaming.
Tiga terduga pelaku berinisial RA (25 tahun), RPL (19 tahun), dan MGOS (15 tahun), telah ditangkap pada Senin malam, 14 April 2025 sekira pukul 22.30 WIB.
Mereka ditangkap di rumah kos VIP yang berada di kawasan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan tersebut. Sedangkan satu orang lagi masih dalam pengejaran polisi. Setelah ditangkap, ketiganya dibawa ke Polda Sumut untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menyebutkan rumah kos tersebut memang disewa para pelaku sebagai tempat melakukan live streaming konten pornografi.
Pelaku RA berperan sebagai germo untuk mencari talent dan berhubungan langsung dengan host salah satu akun TikTok. Sedangkan dua pelaku lainnya berperan sebagai pemain.
Kasubdit 2 Ditressiber Polda Sumut Kompol Anggi Siahaan mengatakan pengungkapan itu berawal dari patroli siber di aplikasi TikTok.
Di akun TikTok itu, host berinisial YWS alias Ketua Mangkok (35 tahun) mempromosikan ID (identitas digital) aplikasi Tevi, perangkat lunak yang digunakan para pelaku melakukan live streaming pornografi.
Setelah mengklik ID itu, penonton akan dialihkan dari TikTok ke Tevi. Lalu, para pelaku melakukan konten berhubungan badan secara live.
“Di aplikasi kedua inilah (Tevi) asusila terjadi diamankan oleh kami. Ada tiga orang kami amankan yang sedang melakukan pornografi atau kegiatan seksual yang dilakukan secara live,” jelasnya dikutip dari detik.com, Sabtu, 19 April 2025.
“Si host ini follower-nya banyak, kemudian ditempelkanlah ID TV (Tevi) si germo, tujuannya untuk yang sudah nonton di aplikasi TT (TikTok) masuk ke dalam ID TV germo. Di aplikasi TT (TikTok) itu kan tidak bisa terlalu vulgar, kalau vulgar langsung di-banned, makanya pindah [ke Tevi],” sambung Anggi.
Berdasarkan pengakuan germo tersebut, praktik pornografi itu sudah berjalan sekitar empat bulan. Namun, polisi masih mendalaminya.
Anggi mengatakan para pemain dan germo itu dibayar Rp700 ribu oleh pelaku berinisial YWS untuk sekali main. Uang itu diberikan kepada germo inisial RA lalu dibagikan kepada para pemain.
“Informasi juga dari germo bahwa dibayar oleh host yang sampai saat ini masih dalam pengejaran kami. Dibayar Rp700 ribu sekali main, Rp700 ribu itu nanti oleh germo inisial RA itu dibagi ke talent cowok dan cewek.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy