Bireuen – Puluhan ton bantuan logistik ditemukan menumpuk di gudang BPBD Bireuen. Temuan ini terungkap saat anggota DPRK Bireuen melakukan inspeksi mendadak atau sidak pada Senin siang, 12 Januari 2026 siang.
Sebuah video beredar viral di media sosial memperlihatkan tumpukan bantuan logistik memenuhi gudang. Selain bahan pangan ada juga bantuan perkakas seperti cangkul hingga gerobak.
Dilansir Metrotvnews.com, Wakil Ketua I DPRK Bireuen Surya Dharma mengatakan sidak itu dilakukan berdasarkan pemberitaan salah satu media daring.
“Benar adanya kami menemukan sisa bantuan bencana masih menumpuk di dua gudang BPBD. Sementara itu, gudang Dinas Sosial Bireuen yang berdampingan justru hampir kosong,” ungkap Surya Dharma kepada wartawan, Selasa, 13 Januari 2026.
Dia mengingatkan bantuan segera disalurkan agar tidak rusak atau kedaluwarsa. Menurut Surya, bantuan perkakas seperti cangkul dan gerobak dorong yang menumpuk di gudang, sangat dibutuhkan warga untuk membersihkan rumah yang tertimbun lumpur setebal 50 sentimeter hingga dua meter.
Surya menyayangkan alasan pihak BPBD yang menyebut stok tersebut sengaja disimpan untuk kebutuhan bulan Ramadan mendatang.
Menindak lanjuti temuan tersebut, kata dia, DPRK akan meminta BPBD Bireuen menjelaskan secara terbuka penyebab bantuan belum didistribusikan.
“Kami mendorong Pemkab Bireuen agar memprioritaskan penyaluran bantuan ke daerah-daerah terpencil dan terisolir. Jangan sampai bantuan tersebut kedaluwarsa baru dibagikan, sementara masyarakat korban bencana masih kekurangan.”
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bireuen Doli Mardian membantah adanya penimbunan logistik bantuan. Menurutnya, seluruh bantuan yang masuk dicatat dan disalurkan sesuai ketentuan apabila ada permintaan dari camat. Dia juga mengeklaim distribusi di lapangan sebenarnya sudah mencukupi.
Doli mengatakan mekanisme penyaluran bantuan telah berjalan sesuai prosedur. Setiap bantuan yang masuk disimpan di gudang dan akan segera disalurkan apabila ada permintaan dari kecamatan.
“Tidak ada bantuan yang ditahan. Jika camat mengajukan permintaan, langsung kita salurkan,” ujarnya dilansir Serambinews.com, Selasa, 13 Januari 2026.
Sebelum sidak, kata Doli, BPBD telah bertemu dengan anggota DPRK Bireuen dan menyepakati waktu penyaluran bantuan. Disepakati penyaluran bantuan dilakukan menjelang Ramadan.
Doli juga menyebut selama ini bantuan juga telah dibagikan langsung kepada masyarakat terdampak banjir. Bahkan dalam sehari, kata dia, ada empat truk Colt yang membawa bantuan ke masyarakat.
Saat ini, kata Doli, Bireuen telah memasuki masa transisi bencana. Namun, bantuan tetap disalurkan kapan pun masyarakat membutuhkan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy