Banda Aceh – Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami menantang kedua calon Gubernur Aceh, Bustami dan Muzakir, memindahkan ibu kota provinsi dari Banda Aceh ke Aceh Tengah.
“Kami tantang kedua calon [gubernur], Mualem (Muzakir Manaf) dan Bustami Hamzah, untuk mengangkat isu ini sebagai bagian dari visi dan misi mereka,” ujar Fauzan dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 2 November 2024.
SAPA, kata Fauzan, menginginkan pemindahan ibu kota provinsi tidak hanya menjadi wacana. “Tetapi sebuah komitmen nyata yang dijadikan prioritas bagi siapa pun yang terpilih nanti,” ujarnya.
Pemindahan ibu kota, tambah Fauzan, bukan hanya soal lokasi tetapi terkait upaya meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Aceh.
Alasan lainnya, Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi saat ini, berada di dataran rendah dan menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin memburuk dari tahun ke tahun.
“Ketersediaan air bersih di Banda Aceh semakin menipis, sementara perubahan iklim memperburuk kondisi cuaca yang tidak menentu, membuat Banda Aceh menjadi rentan terhadap bencana seperti banjir dan kekeringan di waktu-waktu tertentu,” ujar Fauzan.
Dengan kondisi demikian, Fauzan menilai sudah saatnya mempertimbangkan pemindahan ibu kota ke wilayah yang lebih strategis dan aman dari sisi lingkungan.
Aceh Tengah disebutnya sebagai lokasi ideal untuk ibu kota baru. Dengan posisi di tengah-tengah Aceh, akses ke kawasan itu dinilainya lebih mudah bagi semua kabupaten dan kota di sekitarnya, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman.
“Aceh Tengah berada di posisi yang strategis, menjadikannya lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat di Aceh. Dengan ibu kota di tengah provinsi, kita bisa mempermudah koordinasi, mempercepat layanan pemerintah, dan menjamin pemerataan pembangunan,” ujar Fauzan.
Selain itu, Aceh Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemerintahan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Ketersediaan sumber daya alam dan bentang alam yang relatif stabil di Aceh Tengah membuatnya layak dipertimbangkan.
Tidak hanya itu, topografis Aceh Tengah yang lebih tinggi, jauh dari ancaman bencana laut seperti banjir. “Daerah ini juga memiliki suhu yang lebih sejuk, memberikan kondisi lingkungan yang nyaman dan sehat bagi para pekerja dan penduduk yang tinggal di sana. Kita butuh pusat pemerintahan yang aman dari risiko bencana dan didukung oleh kondisi alam yang baik,” tambah Fauzan.
“Pemindahan ibu kota ini adalah bagian dari mimpi besar membangun Aceh yang lebih berkeadilan dan berdaya saing. Jangan sampai kemajuan hanya terpusat di satu daerah sementara daerah lainnya tertinggal. Aceh Tengah menawarkan potensi untuk membangun pusat pemerintahan yang benar-benar bisa menggerakkan seluruh daerah di Aceh,” imbuhnya.
SAPA berharap kedua calon gubernur mampu memahami besarnya dampak dari pemindahan ibu kota dan menjadikannya sebagai komitmen konkret dalam kepemimpinan mereka.
Menurut SAPA, kebijakan pemindahan ibu kota penting bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung wacana ini sebagai bagian dari perjuangan bersama membangun Aceh yang lebih baik.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy