Manado – Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggulirkan program MoRA The Air Funds sejak 2024 hingga 2026. Setiap tahun, dialokasikan beasiswa riset Rp50 miliar.
Kepala Puspenma, Ruchman Basori mengajak dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) memanfaatkan program ini.
“Para dosen kita ajak ikut ambil bagian dalam riset MoRA The Air Funds dengan anggaran mulai 500 juta hingga 2 miliar [rupiah] dan layanan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama,” kata Ruchman saat Sosialisasi Program Riset Kolaboratif MoRA The Air Funds di IAIN Manado dan IAKN Manado, Kamis (23/10), dilansir laman Kemenag pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Ruchman menyebut program ini terbagi dua kategori. Bidang sains dan teknologi dengan maksimal pendanaan Rp2 miliar. Adapun bidang sosial humaniora, ekonomi, lingkungan, serta kebijakan agama dan pendidikan dengan masing-masing pendanaan Rp500 juta.
“Riset harus menjadi tradisi para dosen, karena bukan semata-mata kepentingan individu para dosen tetapi juga kepentingan pengembangan PTK dan Kementerian Agama,” tegas aktivis mahasiswa 1998 itu.
Program riset untuk para dosen PTK ini diumumkan pada 13 oktober 2025 dan mulai submit proposal 23 Oktober sampai 7 November 2025 melalui aplikasi: eRISPRO – LPDP.
Puspenma juga memiliki program layanan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk membiayai studi lanjut program S1, S2 dan S3 baik dalam dan luar negeri.
“Pembiayaan BIB dilakukan dengan skema pembiayaan dana abadi Pendidikan yang dikelola oleh LPDP, karenanya para dosen, Tendik, mahasiswa dan alumni bisa memanfaatkannya dengan baik,” ujar Ruchman.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy