Aceh Utara

Tiga Desa di Tanah Luas Terendam Banjir, Sekdes Rayeuk Kuta: Tidak Ada Tanggul Sungai

Warga Rayek Kuta Tanah Luas buka dapur umum
Warga Desa Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara mendirikan dapur umum di kompleks meunasah gampong itu, Jumat, 4 Oktober 2024. Foto: Line1.News/Fajar

Lhoksukon – Tiga desa di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, terendam banjir akibat meluapnya air Sungai (Krueng) Keureuto. Masyarakat Gampong Rayeuk Kuta, Tanah Luas, mulai membuka dapur umum di meunasah (surau) desa itu hasil swadaya warga lantaran belum ada bantuan logistik dari pemerintah, Jumat, 4 Oktober 2024. Sekretaris Desa (Sekdes) Rayeuk Kuta, Anwar, mengungkapkan salah satu penyebab banjir karena tidak ada tanggul Krueng Keureuto di gampong tersebut.

Selain Rayeuk Kuta, dua desa lainnya di Kecamatan Tanah Luas yang terendam banjir yaitu Tanjong Mesjid dan Serba Jaman Baroh.

“Laporan kami terima dari keuchik [kepala desa], karena intensitas hujan di kawasan Bener Meriah sangat tinggi maka ada beberapa sungai yang meluap,” kata Pelaksana Tugas Camat Tanah Luas, Bakhtiar, diwawancarai Line1.News di Kompleks Meunasah Desa Rayeuk Kuta, Jumat (4/10), siang.

Bakhtiar menyebut sesuai laporan kepala desa kepada Kasi Sosial Kantor Kecamatan Tanah Luas, ketinggian air diperkirakan sekitar 50 cm di Gampong Tanjong Mesjid dan Serba Jaman Baroh. “Beberapa dusun di Desa Rayeuk Kuta lebih tinggi airnya, mencapai sekitar 70 cm,” ucapnya.

Ditemui di tempat sama, Sekdes Rayeuk Kuta, Anwar, mengatakan banjir merendam permukiman warga sejak kemarin sore, Kamis (3/10). “Dan tadi jam lima, Subuh, banjir semakin parah. Ketinggian air di permukiman warga sekitar satu meter,” ungkap Anwar.

Anwar menyebut data sementara banjir merendam sekitar 150 rumah warga Desa Rayeuk Kuta. “Sekitar 300 KK terdampak, sehingga kita buka dapur umum di meunasah, karena rumah-rumah warga sudah tergenang air,” ujarnya.

“Beras dan lainnya belum ada bantuan [dari Pemkab Aceh Utara], kami buka dapur umum ini swadaya masyarakat, apa adanya,” tambah Anwar.

Menurut Anwar, banjir merendam desanya hampir saban tahun. “Tahun ini sudah dua kali banjir, karena meluapnya Krueng Keureuto. Setiap hujan deras di atas [pegunungan] Bener Meriah, meluap air,” ungkapnya.

Anwar mengatakan di Desa Rayeuk Kuta tidak ada tanggul untuk mencegah meluapnya air Krueng Keureuto. “Jadi, harapan kami masyarakat [kepada pemerintah] mohon dibangun tanggul di desa kami agar lebih aman dari banjir”.

“Harapan kami ini juga kepada siapapun yang terpilih jadi gubernur Aceh dan bupati Aceh Utara [hasil Pilkada 2024] nantinya. Tidak ada tanggul Krueng Keureuto di desa kami, mohon dibangun agar kami tidak lagi terdampak banjir. Karena setiap terjadi banjir, banyak kerugian dialami masyarakat,” pungkas Anwar.[]

Reporter: Fajar

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy