Takengon – Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Dinas Kesehatan Aceh menggunakan tali sling untuk menjangkau lokasi penyintas banjir di Kampung Burlah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, pada Senin, 5 Januari 2026.
Tim harus bergelantungan di sling untuk menyeberangi sungai karena jembatan menuju Burlah putus diterjang banjir akhir November 2025.
Burlah merupakan salah satu desa dengan dampak terparah. Akses jalan menuju desa putus total. Di desa yang dihuni 94 kepala keluarga (326 jiwa) itu, 48 rumah hilang terseret banjir. Sementara listrik dan jaringan internet hingga kini belum tersedia.
Tim terpadu memberikan pelayanan kesehatan terpadu yang dipusatkan di Polindes Burlah. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan, penyuluhan kesehatan, hingga kunjungan rumah (home care) bagi pasien yang tidak dapat datang ke posko pengungsian.
Melansir Laman Dinkes Aceh, Ketua Tim 1 EMT Terpadu HEOC untuk titik penugasan Aceh Tengah, Muhammad Jamil, mengatakan mereka juga melakukan trauma healing bagi anak-anak dan ibu-ibu pengungsi. Selain itu, melakukan observasi kesehatan lingkungan, termasuk ketersediaan jamban sehat, sanitasi lingkungan, serta sumber air bersih yang sebagian besar berasal dari bak penampungan air pegunungan.
Selama pelayanan, tim mencatat 34 pasien rawat jalan, terdiri dari satu anak usia di bawah lima tahun dan 33 pasien usia di atas lima tahun. Jenis penyakit terbanyak yang ditangani adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, nyeri otot, gangguan tulang dan sendi, hingga gangguan saraf.
Selain pelayanan di posko pengungsian, tim melakukan dua kunjungan rumah kepada pasien dengan kondisi khusus. Home care diberikan kepada pasien dengan diagnosis Hernia Nucleus Pulposus (HNP) dan pasien yang mengalami Post Trauma Syndrome, yakni gangguan psikologis akibat trauma pascabanjir bandang.
Baca juga: Dinas Kesehatan Aceh Terjunkan Emergency Medical Team ke Daerah Terdampak Bencana
Pasien HNP memerlukan tindakan segera untuk dirujuk ke RSUD Datu Beru agar bisa memperoleh penanganan lanjutan.
Menurut Jamil, home care dilakukan karena kondisi pasien tidak memungkinkan untuk datang langsung ke lokasi pelayanan kesehatan. Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan pemeriksaan medis, edukasi kesehatan, serta pemantauan lanjutan guna mencegah perburukan kondisi fisik maupun psikologis pasien.
Selain layanan medis, tim juga menyalurkan titipan donasi bantuan untuk pengungsi berupa kain sarung, sikat gigi dan peralatan mandi dari Alumni SMU 81 Jakarta angkatan 98. Lalu sedekah roti dan air mineral dari praktek Bidan Mandiri Bidan Ine Isna di Banda Aceh.
Dinkes Aceh sejak Sabtu, 3 Januari 2026, memobilisasi 126 personel Tim EMT Terpadu Batch-V untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para penyintas banjir di berbagai lokasi di Aceh. Selain ke Aceh tengah, Tim EMT Terpadu Batch V juga disebar ke Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, dan Aceh Timur.
Sebanyak 126 personel yang diberangkatkan dari posko HEOC Dinkes Aceh dibagi ke dalam 21 tim. Setiap tim terdiri atas dokter, perawat, bidan, apoteker, serta tenaga kesehatan dari berbagai subklaster penanggulangan bencana.
Selain memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, tim juga bertugas mempersiapkan masa transisi layanan kesehatan yang selanjutnya akan diambil alih oleh dinas kesehatan kabupaten kota setempat.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy