Kutacane – Pencarian korban insiden terbaliknya perahu mesin atau boat robin di Lawe Alas, Aceh Tenggara, pada Minggu siang, 22 Desember 2024, masih terus berlangsung. Hingga hari keempat pencarian atau Rabu, 25 Desember 2024, tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI-Polri, dan relawan, telah menemukan sembilan dari 11 korban hilang–bukan enam seperti diberitakan sebelumnya– dalam kecelakaan perahu tersebut.
Data posko terpadu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara mencatat, kesembilan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Delapan jasad telah diserahkan ke keluarga masing-masing untuk dikebumikan, kecuali satu korban yang belum terindentifikasi.
Korban yang belum diketahui identitasnya itu tak dapat dikenali karena kondisi jasad tidak sempurna. Korban ini ditemukan pada Selasa, 24 Desember 2024, dan dinyatakan berstatus Mister X.
Sementara dua korban yang ditemukan pada Rabu berhasil diidentifikasi petugas Inafis dan langsung diserahkan ke pihak keluarga. Keduanya adalah Yaumil, perempuan, 23 tahun, asal Kalimantan Barat, dan Fatimah, perempuan, 21 tahun, asal Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara.
“Hingga saat ini tim pencarian berhasil menemukan total sembilan korban. Namun satu korban di antaranya masih menunggu hasil pemeriksaan tim identifikasi dari kepolisian,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara Muhammad Asbi dilansir dari KBA.ONE, Kamis, 26 Desember 2024.
Baca Juga: Perahu Robin Terbalik di Lawe Alas, Seorang Balita Meninggal Dunia, 6 Penumpang Hilang
Semua korban ditemukan di sejumlah tempat yang berbeda dengan jarak sekitar 15 kilometer dari lokasi musibah. Bahkan tiga korban lainnya ditemukan warga di wilayah Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.
Asbi menjelaskan, tim gabungan masih terus mencari dua korban lagi hingga batas waktu hari ketujuh setelah kecelakaan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebuah boat robin yang mengangkut 20 penumpang terbalik di Sungai atau Lawe Alas, Aceh Tenggara, pada Minggu siang, 22 Desember 2024.
Perahu itu terbalik saat melewati kawasan Sibiluk, Desa Bun Bun Indah, Kecamatan Leuser, sekira pukul 13.30 waktu Aceh. Saat itu, perahu sedang melaju ke arah Muara Situlen.
“Dari jumlah seluruh penumpang 20 orang dalam perahu Robin itu, ada 18 orang dewasa dan dua orang anak-anak,” ujar Asbi.
Lawe Alas merupakan sungai terpanjang di Aceh yang membelah Taman Nasional Gunung Leuser dan bermuara di Samudra Hindia. Sungai ini melewati Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy