Ramadan di Pengungsian: Kamoe dan Relawan Gelar Buka Puasa Bersama hingga Cukur Rambut Gratis

Kamoe buka buasa bersama pengungsi1
Koalisi Muda Nanggroe (Kamoe) dan relawan berfoto bersama masyarakat penyintas banjir usai buka puasa bersama di tenda pengungsian Desa Buket Linteng, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu malam, 14 Maret 2026. Foto: Kamoe

Aceh Utara – Koalisi Muda Nanggroe (Kamoe) menggelar kegiatan kemanusiaan di tenda pengungsian Desa Buket Linteng, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu, 14 Maret 2026. Kegiatan tersebut meliputi buka puasa bersama, distribusi logistik bantuan, hingga layanan cukur rambut gratis bagi para pengungsi yang terdampak banjir.

Kegiatan yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang masih bertahan di tenda pengungsian pascabanjir melanda wilayah tersebut.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, para relawan hadir tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga semangat kebersamaan dan dukungan moral bagi para pengungsi.

Kamoe berkolaborasi dengan Sekolah Sagu, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Lhokseumawe, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultanah Nahrasiyah (Suna) Lhokseumawe, Awak Lhokseumawe. Kolaborasi lintas komunitas ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat.

Selain membagikan bantuan logistik dan menyediakan hidangan berbuka puasa, kegiatan ini juga menghadirkan layanan cukur rambut gratis bagi anak-anak hingga orang dewasa di pengungsian. Layanan ini disambut dengan antusias oleh para pengungsi, terutama anak-anak yang tampak gembira dapat merapikan rambut mereka menjelang Hari Raya Idulfitri.

[Anak-anak pengungsi di tenda pengungsian Desa Buket Linteng, menjelang acara buka puasa bersama Kamoe dan relawan, Sabtu malam, 14 Maret 2026. Foto: Kamoe]

Founder Kamoe, Allam Thoriq Aku, mengatakan kegiatan ini wujud nyata kepedulian anak muda Aceh terhadap sesama, khususnya masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Ramadan adalah bulan yang mengajarkan kita tentang kepedulian dan kebersamaan. Kami dari Kamoe bersama seluruh relawan dan mitra ingin hadir langsung di tengah masyarakat yang saat ini masih berada di pengungsian. Walaupun bantuan yang kami bawa mungkin tidak besar, namun kami berharap ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Allam Thoriq, dalam keterangannya diterima Line1.News, Minggu malam (15/3).

Allam Thoriq menyebut kegiatan tersebut bukan hanya tentang bantuan materi, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan bagi para pengungsi.

“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di pengungsian tidak merasa sendiri. Ada banyak pihak yang peduli dan terus berupaya membantu mereka. Semoga kebersamaan sederhana melalui buka puasa bersama ini dapat menghadirkan kebahagiaan di tengah situasi yang sedang mereka hadapi,” ujar Allam Thoriq.

[Kamoe bersama relawan menggelar cukur rambut gratis bagi anak pengungsi menjelang buka puasa bersama di tenda pengungsian Desa Buket Linteng, Sabtu malam, 14 Maret 2026. Foto: Kamoe]

Ketua DEMA Ormawa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Suna Lhokseumawe, Muhammad Irfan, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan di lingkungan kampus.

“Sebagai mahasiswa, kami merasa terpanggil untuk ikut hadir dan berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini. Ramadan mengajarkan kita untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama. Semoga kehadiran kami bersama para relawan dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang saat ini masih berada di pengungsian,” ungkap Muhammad Irfan.

Allam Thoriq juga mengajak seluruh elemen masyarakat terus menjaga kepedulian terhadap kondisi masyarakat Aceh yang hingga kini masih dalam proses pemulihan pascabencana.

“Aceh belum sepenuhnya pulih. Karena itu mari kita terus hadir, terus peduli, dan terus bergerak bersama. Gerakan kecil yang kita lakukan hari ini adalah harapan dan masa depan bagi saudara-saudara kita yang masih berada di pengungsian. Insya Allah, dengan kebersamaan dan kepedulian, Aceh akan bangkit kembali,” pungkas Allam Thoriq.

[Kamoe bersama relawan menyediakan hidangan kuah beulangong untuk menu buka puasa bersama penyintas banjir di tenda pengungsian Desa Buket Linteng, Sabtu malam, 14 Maret 2026. Foto: Kamoe]

Kegiatan buka puasa bersama ini ditutup dengan menyantap hidangan khas Aceh, kuah beulangong, yang dinikmati bersama oleh para pengungsi dan relawan.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di tenda pengungsian, menjadi momen yang menguatkan semangat solidaritas dan kepedulian di bulan suci Ramadan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy