Neraca Perdagangan Aceh Maret 2026 Surplus 16,16 Juta USD, Impor Turun Drastis

Ilustrasi prediksi naik
Ilustrasi - neraca perdagangan naik. Foto: Istimewa/net

Banda Aceh, Line1News.com – Kabar positif menyelimuti performa ekonomi Tanah Rencong. Neraca perdagangan luar negeri Aceh pada periode Maret 2026 berhasil mencatatkan surplus yang menggembirakan sebesar 16,16 juta USD. Kondisi ini dipicu oleh penurunan nilai impor yang cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, nilai impor Aceh selama Maret 2026 tercatat sebesar 43,17 juta USD. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan hingga 40,57 persen jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2025.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menjelaskan dengan nilai impor yang lebih rendah dibandingkan nilai ekspor, posisi perdagangan Aceh berada pada jalur yang sehat. “Neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Maret 2026 mengalami surplus sebesar 16,16 juta USD,” ujar Agus di Banda Aceh, Selasa, 5 Mei 2026.

Amerika Serikat dan Rusia Jadi Pemasok Utama

Meskipun secara total menurun, Aceh masih mendatangkan beberapa komoditas strategis dari luar negeri. Impor terbesar berasal dari Amerika Serikat dengan nilai 22,15 juta USD, yang didominasi oleh gas propana dan butana. Komoditas ini mencakup 51,31 persen dari total impor Aceh.

Peringkat kedua ditempati oleh Tiongkok dengan nilai 12,27 juta USD untuk komoditas bahan kimia anorganik. Sementara itu, Rusia berada di posisi ketiga sebagai pemasok utama pupuk bagi Aceh dengan nilai mencapai 8,43 juta USD.

Tren Surplus yang Stabil

Agus menambahkan, jika melihat grafik setahun terakhir sejak Maret 2025, neraca perdagangan Aceh menunjukkan ketangguhan meski sempat mengalami defisit pada Mei dan Oktober 2025.

“Secara keseluruhan, komoditas terbesar yang diimpor adalah gas propana/butana senilai 22,15 juta USD, diikuti pupuk sebesar 13,11 juta USD, serta bahan kimia anorganik senilai 7,58 juta USD,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, performa ekonomi Aceh di awal kuartal 2026 menunjukkan sinyal positif bagi penguatan ekonomi daerah melalui perdagangan luar negeri yang tetap terjaga dalam zona surplus.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy