Nanchang – Memegang kuas pewarna dengan saksama, Lei Hong, seorang pengrajin porselen veteran di Jingdezhen, China Timur, tampak begitu menikmati pekerjaannya. Namun, yang ia lukis bukan vas bunga bermotif kuno, melainkan figur anak perempuan bergaya Chibi yang menggemaskan dan penuh warna.
Melansir Xinhua, 30 Mei 2026, barang porselen seukuran telapak tangan ini adalah bagian dari seri blind box tempat lilin yang diluncurkan oleh Pop Mart, pencipta karakter mainan yang tengah naik daun, Labubu. Desainnya yang kreatif berhasil memikat hati konsumen hingga memicu lonjakan penjualan yang luar biasa.
Di Jingdezhen—kota yang dijuluki sebagai “Kota Porselen” legendaris di China—banyak pengrajin veteran seperti Lei yang mulai membuka diri terhadap inovasi berjiwa muda ini. Seiring dengan dominasi generasi Gen-Z dalam menggerakkan roda ekonomi China, budaya mereka turut membentuk kembali seni tanah liat dan api menjadi deretan produk porselen modern yang memikat, sekaligus mengalirkan energi baru bagi industri porselen tradisional.
Kolaborasi Kekinian dan Nilai Emosional
Xu Wan, manajer perusahaan Chentian Ceramics tempat Lei bekerja, mengungkapkan bahwa perusahaannya kini gencar berkolaborasi dengan berbagai kekayaan intelektual (IP) pop kultur untuk menggaet konsumen muda.
Tahun lalu, mereka sukses berkolaborasi dengan film animasi hit “Nobody” untuk meluncurkan seri blind box keramik bertema warisan budaya takbenda. Produk tersebut langsung ludes dan menjadi buruan para kolektor muda.
“Konsumen muda saat ini sangat rela merogoh kocek demi produk kreatif yang menawarkan nilai emosional,” ujar Xu. Selain mainan tren (trendy toys), perusahaannya juga telah merilis lusinan produk inovatif lain seperti pengeras suara (speaker) keramik hingga lampu tidur.
Menurut Xu, fenomena ini membuktikan bahwa keramik dan porselen bukanlah peninggalan masa lalu yang kaku. Sebaliknya, seni kuno ini mampu bertransformasi menjadi wadah budaya baru, tren masa kini, dan bentuk ekspresi yang benar-benar segar.
Gebrakan Teknologi Cetak 3D
Tak hanya dari segi desain, proses produksi porselen di Jingdezhen kini mulai bergeser ke arah digitalisasi. Di salah satu pabrik porselen setempat, terdapat 65 mesin printer 3D kelas industri yang beroperasi dengan akurasi tingkat tinggi. Mesin-mesin ini mampu mencetak vas bunga unik pesanan konsumen dalam waktu singkat.
“Teknologi cetak 3D memungkinkan variasi bentuk keramik yang lebih luas dan tekstur yang lebih rumit. Desain melengkung atau berlubang (hollow) yang mustahil dibuat secara manual kini bisa dengan mudah diwujudkan,” kata Hong Ziyu, manajer umum perusahaan tersebut.
Hong menambahkan bahwa produk porselen hasil cetak 3D ini sangat diminati oleh pasar luar negeri, dengan nilai penjualan tahunan mencapai lebih dari 5 milliar yuan (sekitar Rp11 miliar).
Magnet Wisata Imersif Dunia
Inovasi yang berkembang pesat ini pada akhirnya ikut mengubah wajah kota Jingdezhen. Menjadi pusat produksi porselen utama China selama lebih dari 1.000 tahun, kota ini sekarang sukses memanfaatkan tren experience economy (ekonomi berbasis pengalaman) untuk merambah pasar pariwisata dunia sebagai destinasi wisata imersif.
Salah satu ikon suksesnya adalah Kawasan Kreatif dan Budaya Taoxichuan. Berdiri di bekas lahan Pabrik Porselen Universal Jingdezhen, kompleks warisan industri ini disulap oleh pemerintah setempat menjadi pusat kreativitas terpadu yang mewadahi studio seni, bengkel keramik, pusat pameran, hingga area komersial.
Sejak dibuka tahun 2016, Taoxichuan telah berkembang menjadi inkubator bagi startup seni sekaligus etalase estetika generasi muda. Pasar seni akhir pekan yang populer di sini sukses menarik pengunjung dari seluruh penjuru China. Bahkan, daya tarik Jingdezhen kini telah memikat lebih dari 60.000 seniman domestik maupun mancanegara untuk menetap dan berkarya di sana.
“Tempat ini menawarkan teknik pembuatan keramik yang maju dan konsep kreatif dari para seniman muda yang terus memantik inspirasi saya,” kata Barbera Elisabeth Haenen, seniman berusia 78 tahun asal Belanda yang sengaja membuka studio pribadinya di Jingdezhen.
Pertumbuhan Ekonomi yang Fantastis
Berdasarkan data statistik lokal, dari tahun 2021 hingga 2025, nilai output industri keramik di Jingdezhen melonjak drastis dari 51,6 miliar yuan menjadi 102,7 miliar yuan. Jumlah perusahaan industri berskala besar pun meroket dari 140 menjadi 298 perusahaan dalam periode tersebut.
Fang Lili, Presiden China Society for Anthropology of Arts, menilai inovasi dari pemikiran anak-anak muda akan terus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan metamorfosis budaya kota ini.
“Masa depan Jingdezhen tidak hanya terletak pada warisan budaya keramik kunonya, tetapi juga pada bagaimana membangun ekosistem yang inklusif dan dinamis bagi para inovator muda untuk mewujudkan impian mereka,” tutur Fang. “Mereka tidak lagi membatasi diri pada produksi kerajinan tradisional, tetapi sedang membentuk visi baru yang segar dan kontemporer bagi gaya hidup masyarakat China modern.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy