Lhokseumawe, Line1News – Pintu berkah Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah diketuk lewat sebuah aksi nyata yang menyejukkan hati di Kota Lhokseumawe. Di saat masyarakat menyambut pergantian tahun dengan doa, seorang pemuda di Kecamatan Banda Sakti memilih jalan unik untuk memuliakan anak-anak yatim piatu di desanya, yaitu dengan mengalirkan berkah berupa pasokan air minum secara cuma-cuma.
Melalui program “Infaq Produktif”, langkah humanis ini hadir sebagai ikhtiar nyata untuk merangkul dan memastikan kebutuhan dasar anak-anak yang telah kehilangan sosok pelindung dalam hidup mereka tetap terpenuhi.
Gerakan penuh ketulusan ini diinisiasi oleh Muhammad Fajarul Aqsha (34), sosok di balik depot air minum Sehat Water yang berlokasi di Desa Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Baginya, 1 Muharram adalah momentum terbaik untuk mengubah tempat usahanya menjadi ladang pengabdian sosial yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, di momen 1 Muharram ini, hati saya tergerak untuk membantu sesama. Khususnya untuk anak-anak yatim piatu, kami ingin memastikan mereka bisa mendapatkan air minum layak secara gratis,” ujar Fajar dengan penuh rasa syukur, Selasa, 16 Juni 2026.
Bagi Fajar, menggratiskan air minum ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada para anak yatim. Menatap langsung kehidupan mereka di lingkungan sekitar menumbuhkan komitmen mendalam untuk terus mengulurkan tangan.
“Ini ikhtiar kami untuk memuliakan seluruh anak yatim piatu di Desa Kutablang. Semoga rintisan kecil ini bisa benar-benar meringankan beban kebutuhan harian mereka,” ungkapnya.
Melalui skema infak produktif yang digagasnya, setiap anak yatim di desa tersebut kini berhak memperoleh air minum gratis dua kali dalam seminggu, tepatnya pada hari Senin dan Kamis. Istimewanya, komitmen kebaikan ini tidak dibatasi oleh waktu. Fajar menegaskan bahwa selama roda usahanya masih terus berputar, selama itu pula aliran air gratis ini akan terus mengalir bagi mereka.
Inisiatif menyentuh hati ini menjadi gerakan sosial pertama lewat air minum yang lahir di Desa Kutablang. Kehadiran program ini pun langsung disambut dengan haru dan apresiasi mendalam oleh warga setempat, karena dinilai sangat nyata membantu meringankan beban dapur keluarga penanggung anak yatim di tengah situasi ekonomi saat ini.
Semangat mengalirkan berkah yang ditunjukkan Fajar di awal tahun baru Islam ini menjadi refleksi indah bagi semua pihak. Sebuah ketukan kecil yang diharapkan mampu menginspirasi para pelaku usaha dan elemen masyarakat lainnya untuk ikut bergerak, merajut kepedulian, dan menghadirkan lebih banyak senyuman bagi mereka yang membutuhkan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy