Dewantara, Line1News – Lantunan zikir dan selawat bergema khidmat di dalam dan pekarangan Masjid Besar Bujang Salim, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Selasa, 25 Agustus 2026. Ribuan warga melebur dalam rasa syukur, merayakan Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW 1448 H yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kehangatan.
Kemegahan acara tahunan ini kian terasa istimewa dengan kehadiran ulama kharismatik Aceh, Teungku H. Muhammad Ali yang akrab disapa Abu Paya Pasi. Duduk bersila di atas hamparan karpet hijau bersama Ketua Panitia Maulid Raya Bujang Salim, H. Abdul Aziz, dan tamu undangan, kehadiran sang ulama menjadi magnet keteduhan bagi ribuan jemaah yang memadati kompleks masjid bersejarah itu.
Berkah Gotong Royong dan Kenduri
Bagi pihak penyelenggara, tolok ukur kesuksesan acara ini bukan sekadar ramainya jemaah, melainkan pada kenyamanan dan kebahagiaan setiap tamu yang mengayunkan langkah kaki ke Masjid Bujang Salim.
H. Abdul Aziz tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Baginya, kebahagiaan terbesar panitia adalah saat melihat semua tamu undangan dan masyarakat terlayani dengan sangat layak.
“Kebahagiaan terbesar kami adalah melihat seluruh tamu yang hadir mendapatkan pelayanan yang layak serta kenduri yang cukup,” ungkap H. Abdul Aziz dengan penuh rasa syukur.
Ia juga menegaskan bahwa acara akbar ini tidak akan mungkin terwujud tanpa adanya semangat gotong royong yang mendarat tebal di hati masyarakat Dewantara.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat Dewantara yang telah bahu-membahu membantu sehingga kegiatan ini berjalan sukses. Terima kasih juga atas hidangan yang telah diberikan,” tambahnya.
Evaluasi untuk Masa Depan dan Doa kepada Donatur
Meski menuai banyak pujian karena dinilai sukses besar, panitia memilih untuk tetap rendah hati. H. Abdul Aziz menyebut bahwa ruang evaluasi akan tetap dibuka demi pelaksanaan yang lebih sempurna di masa mendatang.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk memperbaiki segala kekurangan agar pelaksanaan Maulid Raya semakin baik lagi,” tuturnya gentle.
Apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada Camat dan jajaran Muspika Dewantara yang telah mengawal jalannya kegiatan sejak pagi hingga selesai. Tak lupa, ketulusan para donatur yang menyisihkan rezekinya mendapat doa khusus dari panitia.
“Tanpa bantuan para donatur, kegiatan ini sulit dijalankan. Semoga semua bantuan menjadi amal jariah di akhirat nanti,” doa Aziz.
Apresiasi juga disampaikan kepada Bupati Aceh Utara dan seluruh pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perayaan Maulid Nabi.
Merawat Syiar dan Silaturahmi di Dewantara
Lebih dari sekadar tradisi kenduri, Maulid Raya di Masjid Bujang Salim telah mengakar menjadi agenda tahunan yang sakral bagi masyarakat Dewantara.
Acara ini bukan hanya sekadar perayaan seremonial, melainkan sebuah wadah spiritual untuk memperkuat syiar Islam. Di sinilah momentum ketika sekat-sekat sosial melebur, memperkuat tali silaturahmi antarwarga, pemangku kebijakan, ulama, dan umara demi kemajuan Aceh Utara.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy