Atasi Sampah Harian, Tim PkM Unimal Boyong Komposter Modular HDPE ke Paloh Punti

Ketua Tim PkM Unimal Ahmad Nayan menyerahkan secara simbolis teknologi komposter modular HDPE bekas kepada Sekdes Paloh Punti T Zulkarnaini
Penyerahan teknologi tepat guna komposter modular berbasis barel HDPE bekas oleh Ketua Tim PkM Unimal Ahmad Nayan kepada Sekdes Paloh Punti T. Zulkarnaini di Dayah Baburrahmah, Lhokseumawe, Jumat (16/10/2026). Foto: Istimewa

Lhokseumawe, Line1News — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan pelatihan sekaligus penyerahan teknologi tepat guna berupa komposter modular berbasis barel HDPE bekas.

Aksi lingkungan ini dipusatkan di Dayah Baburrahmah, Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Program yang didanai melalui skema Desa Binaan PNBP Unimal tersebut hadir sebagai solusi konkret atas permasalahan karut-marut sampah organik rumah tangga dan komunal warga.

Dalam aksi lapangan ini, tim PkM Unimal secara resmi menyerahkan 5 unit komposter HDPE berkapasitas 120–150 liter kepada pihak pemerintah gampong setempat.

Ubah Limbah Dapur Jadi Kompos dan Pupuk Cair Bernilai Guna

Ketua Tim Pengabdian Unimal, Ahmad Nayan, mengungkapkan bahwa potensi timbulan sampah organik di Paloh Punti cukup melimpah dan belum terkelola dengan baik. Tiap harinya, volume sampah organik bisa menembus ratusan kilogram.

“Melalui inovasi komposter berbahan barel HDPE bekas ini, sampah dapur dan sisa makanan dapat diolah menjadi kompos padat serta pupuk organik cair (lindi) yang bernilai guna dan ramah lingkungan,” ujar Ahmad Nayan, Senin (19/10/2026).

Langkah taktis para akademisi ini disambut hangat oleh otoritas desa setempat. Mewakili Geuchik Gampong Paloh Punti yang berhalangan hadir, Sekretaris Desa (Sekdes) Paloh Punti, T. Zulkarnaini, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kepedulian Unimal terhadap kelestarian lingkungan gampong mereka.

“Kami atas nama Pemerintah Gampong Paloh Punti mengucapkan terima kasih banyak kepada tim pengabdian Unimal. Kehadiran 5 unit komposter HDPE ini sangat bermanfaat untuk mengurangi penumpukan sampah organik di lingkungan kami. Barel HDPE ini sangat kokoh dan cocok untuk penggunaan jangka panjang. Kami berkomitmen untuk mendistribusikan dan merawat komposter ini bersama masyarakat serta pengelola dayah agar memberikan dampak berkelanjutan,” papar T. Zulkarnaini.

Warga dan Santri Diajak Praktik Langsung

Bukan sekadar menyerahkan alat bantu, tim penguji dan pelaksana dari Unimal langsung menggelar pelatihan serta praktikum lapangan terintegrasi. Agenda ini diikuti secara antusias oleh pengelola dayah, para santri, hingga warga setempat.

Masyarakat dibekali pengetahuan praktis mengenai:

• Tata cara pemilahan sampah organik rumah tangga.

• Metode pengisian dan aktivasi bakteri pengomposan.

• Teknik pemanenan pupuk lindi cair melalui kran khusus di bagian bawah tong.

Edukasi interaktif ini menuai respons positif dari kalangan akar rumput yang merasa mendapat solusi praktis untuk menyuburkan tanaman pekarangan mereka secara gratis.

“Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami. Ternyata limbah dapur yang biasanya kami buang atau bakar bisa diproses jadi pupuk cair dan kompos padat untuk tanaman pekarangan. Komposternya juga praktis digunakan dan ada kran khususnya, jadi sangat memudahkan warga,” ujar salah seorang perwakilan warga peserta pelatihan.

Sebagai informasi, kegiatan pengabdian lintas sektor ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh tim dosen yang terdiri atas Ahmad Nayan, S.T., M.T. (Ketua), Ir. Shaki Saptiadi Putra, S.T., M.Eng., IPP., Dr. Muhammad Daud, S.T., M.T., dan Desvina Yulisda, S.ST., M.S. Program ini juga turut melibatkan mahasiswa Teknik Mesin Unimal, yakni Innayat Isnaini Orbitano, Fachru Rizal, dan Rio Nata Syahputra.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy