Segini Realisasi APBA 2026 Per 16 Oktober, Cek SKPA ‘Rapor Merah & Hijau’

Kantor Gubernur Aceh Banda Aceh
Ilustrasi - Kantor Gubernur Aceh. Foto: Dokumen/Istimewa

Banda Aceh, Line1News — Realisasi keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2026 menyentuh angka 66,59 persen per 16 Oktober 2026. Sementara itu, untuk realisasi fisik berada di angka 69,59 persen.

Catatan ini menunjukkan Pemerintah Aceh masih harus mengejar deviasi minus -8,27 persen. Sebab, target realisasi keuangan akhir Oktober dipatok 74,86 persen dan target fisik 77,86 persen.

Pantauan Line1News pada TV Monitor Aplikasi Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K-APBA), Senin pagi (19/10/2026), total pagu APBA 2026 mencapai Rp11,601 triliun.

Porsi anggaran jumbo tersebut dialokasikan ke empat sektor belanja utama:

• Belanja Operasi: Rp8,674 triliun (Realisasi: 49,93% per 16 Oktober)

• Belanja Transfer: Rp1,724 triliun (Realisasi: 11,82%)

• Belanja Modal: Rp1,162 triliun (Realisasi: 4,67%)

• Belanja Tidak Terduga (BTT): Rp40,05 miliar (Realisasi: 0,17%)

Rapor Keuangan SKPA: Siapa Merosot, Siapa Melesat?

Dari total 55 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), performa serapan anggaran menunjukkan ketimpangan yang cukup mencolok.

SKPA dengan Realisasi Paling Rendah (Di Bawah 50%)

Empat SKPA tercatat masih lambat dalam menyerap anggaran:

• Dinas Perkim: Baru menyentuh 14,19% per 16 Oktober

• Sekretariat Baitul Mal: Berada di angka 42,28%

• Dinas PUPR: 44,67%

• Dispora: Sebesar 45,97%

SKPA Performa Tertinggi (Di Atas 80%)

Sebaliknya, lima SKPA sukses mencetak rapor hijau dengan serapan tertinggi:

• Badan Kesbangpol: Memimpin dengan 88,36%

• Dinsos: Mengekor di angka 87,21%

• Biro Organisasi Setda Aceh: Mencapai 82,66%

• Dinas Arpus: Sebesar 80,55%

• Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh: Sudah 80,12%

Sukses Lampaui Target Oktober

Kabar baiknya, ada tujuh SKPA yang sudah berhasil mendahului target performa akhir Oktober 2026. Tiga di antaranya mencatatkan lompatan deviasi positif yang signifikan:

1. Dinas Syariat Islam: Realisasi 71,46% dari target 56,28% (surplus +15,18%)

2. Dinas Pendidikan: Realisasi 74,47% dari target 68,08% (surplus +6,39%)

3. DPMPTSP: Realisasi 75,94% dari target 72,36% (surplus +3,57%)

Adapun empat SKPA lain yang juga telah melewati target akhir Oktober adalah Sekretariat MPU, Sekretariat Majelis Pendidikan, DPPPA, dan BPKA.

Sebagai catatan, lima pemegang pagu anggaran terbesar dalam APBA tahun ini bertumpu pada Disdik (Rp3,2 T+), BPKA (Rp1,9 T+), RSUDZA (Rp911,5 M+), Dinas Perkim (Rp660,4 M+), dan Dinas Pendidikan Dayah (Rp388,4 M+).

Ratusan Paket Strategis & DOKA Belum Tanda Tangan Kontrak

Melihat lebih dalam ke sektor riil, ketepatan eksekusi proyek di lapangan masih menyisakan pekerjaan rumah.

Proyek Strategis APBA 2026

Total kegiatan strategis APBA tahun ini mengunci 2.513 paket dengan nilai menembus Rp2,1 triliun di 36 SKPA.

• Rapor Hijau: Sebanyak 872 paket di 31 SKPA performanya memuaskan dengan realisasi fisik di atas 95%.

• Rapor Merah: Masih ada 425 paket di 18 SKPA yang belum tanda tangan kontrak. Dinas Perkim menjadi penyumbang terbanyak dengan 267 paket, disusul Dinas Pertanian & Perkebunan (50 paket), serta Dinas Koperasi-UKM (48 paket).

Proyek Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2026

Untuk proyek DOKA, tercatat ada 666 paket senilai Rp681,8 miliar yang tersebar di 23 kabupaten/kota.

• Sebanyak 132 paket di 20 kabupaten/kota terpantau belum tanda tangan kontrak.

• Terbanyak di Bener Meriah (28 paket), disusul Aceh Tengah (21 paket), Gayo Lues (16 paket), Aceh Utara (15 paket), dan Aceh Tamiang (14 paket). Sisa paket lainnya tersebar di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

[]

Lihat Juga: [Infografis] Realisasi Anggaran dan SiLPA Pemerintah Aceh 2016-2025

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy