Antrean Solar di SPBU Hilang, Pengamat: Keliling Aceh Jadi Tenang

Ilustrasi petugas SPBU layani konsumen
Ilustrasi – Petugas SPBU melayani pengisian BBM kendaraan. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga

Banda Aceh, Line1News – Pengamat Kebijakan Publik, Nasrul Zaman, menyoroti membaiknya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya solar di sejumlah SPBU di wilayah Aceh, terutama di sepanjang lintas barat selatan.

“Sekarang perjalanan menggunakan mobil diesel mengelilingi Aceh terasa lebih tenang. Masyarakat mulai mendapati solar tersedia dalam jumlah yang relatif mencukupi di SPBU sepanjang perjalanan,” kata Nasrul Zaman, Rabu, 28 Oktober 2026.

Ia menilai, perkembangan tersebut menjadi catatan positif bagi Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan yang baru sekitar tiga bulan menjabat. Perubahan yang mulai dirasakan masyarakat dinilai menunjukkan pentingnya penataan dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi secara serius.

“Di tengah persoalan distribusi BBM subsidi yang selama ini meresahkan masyarakat, membaiknya ketersediaan solar ini menghadirkan harapan bahwa penataan dan pengawasan yang serius dapat membawa perubahan nyata,” katanya.

Tolok Ukur Keberhasilan Pemimpin

Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin semestinya diukur dari dampak kebijakan dan tindakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan semata-mata dari pernyataan atau seremoni.

“Bagi rakyat, keberhasilan pemimpin bukan diukur dari banyaknya pernyataan atau seremoni, melainkan dari persoalan yang berhasil diatasi. Ketika pengendara tidak lagi dihantui kecemasan kehabisan solar di tengah perjalanan, manfaat kepemimpinan dapat dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa membaiknya pasokan solar bersubsidi harus dijaga secara berkelanjutan dan merata di seluruh Aceh. Pengawasan distribusi, ketepatan sasaran penerima subsidi, serta keterbukaan dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat tetap menjadi hal penting agar kondisi positif tersebut tidak hanya berlangsung sementara.

“Apresiasi ini bukan berarti persoalan sudah sepenuhnya selesai. Ketersediaan BBM subsidi harus terus dijaga, distribusinya diawasi, dan penyalurannya dipastikan tepat sasaran,” kata Nazrul.

Tantangan Menghalau Mafia BBM

Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap praktik mafia BBM yang berpotensi mengganggu distribusi, menimbun pasokan, atau menyalahgunakan subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.

“Jangan sampai ada ruang bagi mafia BBM untuk mempermainkan distribusi, menimbun pasokan, atau menyalahgunakan subsidi. Jika ditemukan pelanggaran, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu berdasarkan bukti yang kuat,” tegasnya.

Ia mengatakan, dukungan masyarakat terhadap upaya pembenahan distribusi BBM subsidi perlu berjalan beriringan dengan pengawasan publik. Dengan demikian, perubahan positif yang mulai dirasakan saat ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan demi kepentingan masyarakat.

“Apresiasi diberikan atas perubahan yang dirasakan hari ini, sementara dukungan dan pengawasan publik diperlukan untuk memastikan perubahan itu tetap bertahan pada masa mendatang,” ujar Nasrul.[]

Baca Juga: Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Diamankan

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy