Abu Ishak Lamkawe Wafat: Ahli Ilmu ‘Arudh dan Singa Podium yang Dipuji Daud Beureueh

Abu Ishak Lamkawe
Abu Ishak Lamkawe. Foto: Dok Facebook LPI Dayah Baldatul Mubarakah

PidieInnalillahi Wainna Ilaihi Rajiun. Ulama asal Kembang Tanjong, Pidie, Abu Haji Ishaq Bin Teungku Ahmad atau Abu Ishaq Lamkawe berpulang ke rahmatullah pada Selasa malam, 5 November 2024.

Kabar duka tersebut beredar di grup-grup WhatsApp. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Abu Ishak wafat sekira pukul 23.40 waktu Aceh di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Pimpinan Dayah Baldatul Mubarakah Al-Aziziyah Gampong Kandang, Kecamatan Kembang Tanjong, ini wafat pada usia 78 tahun. Jenazah Abu Ishak Lamkawe langsung dibawa pulang tadi malam dan dimakamkan di dalam kompleks dayah tersebut, Rabu pagi ini. Sebelumnya, Abu Ishak Lamkawe dirawat di RSUDZA setelah dirujuk dari Rumah Sakit Citra Husada Sigli.

Sekilas profil Abu Lamkawe

Abu Ishak Lamkawe merupakan ulama kharismatik dan tawaduk yang terkenal sebagai ahli ilmu ‘arudh. Melansir portalsatu.com, Abu Ishak Lamkawe juga guru Teungku Haji Hasanoel Bashry atau Abu Mudi Samalanga, pimpinan Dayah MUDI Mesra. Abu Mudi belajar kepada Abu Ishak Lamkawe mulai kelas pertama hingga kelas tiga.

abu ishak lamkawe
Abu Ishak Lamkawe. Foto: Dok Facebook LPI Dayah Baldatul Mubarakah

Sementara Abu Lamkawe juga alumni Dayah MUDI, dan salah seorang murid senior ulama besar Aceh Teungku Haji Abdul Azis atau Abon Aziz Samalanga Al-Mantiqi. Abu Ishak Lamkawe juga dikenal sebagai orator ulung.

Abon Aziz memberikan rekomendasi kepada Abu Ishak Lamkawe untuk berorasi kapan dan di mana saja. Rekomendasi ini khusus hanya berlaku bagi Abu Ishak Lamkawe saja.

Sehingga, pada 1960-an, Abu Ishak Lamkawe sempat dijuluki sebagai “Singa Podium” di Aceh. Bahkan, Teungku Daud Beureueh yang kerap berbeda pendapat dalam banyak persoalan juga memuji Abu Ishak Lamkawe.

Saat menyampaikan dakwah maupun mengisi pengajian, Abu Ishak Lamkawe mengupas suatu permasalahan dengan kajian lengkap. Dimulai dengan Al-Qur’an, hadis, ijmak, dan pendapat ulama, dilengkapi dengan syair bermacam irama dalam perspektif ilmu ‘arudh.

‘Arudh sendiri merupakan ilmu bahasa Arab yang mempelajari pola-pola syair Arab untuk mengetahui wazan yang benar dan salah. Ilmu ini juga berguna untuk mempermudah membaca teks syair yang terkadang sulit dibaca.

Selain itu, salah satu sifat tawaduk Abu Ishak Lamkawe adalah mengunjungi langsung Abu Mudi untuk berkonsultasi tentang pertanyaan masyarakat terkait persoalan hukum. Meskipun mampu menjawab pertanyaan itu, Abu Ishak Lamkawe tetap menanyakan kepada Abu Mudi dan merujuk jawabannya kepada Abu Mudi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy