Lailatul Qadar yang kerap dipertanyakan disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis. Namun tidak dijelaskan secara eksplisit mengenai tanggal pastinya.
Beberapa ayat Al-Qur’an yang menyebutkan Lailatul Qadar antara lain:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadr (malam kemuliaan).” [Surah Al-Qadr (97): 1]
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.” [Surah Ad-Dukhan (44): 3]
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” [Surah Al-Baqarah (2): 185]
“Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Surah Al-Anfal (8): 41]
Dari ayat-ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar. Sementara itu, dalam Surah Al-Baqarah dijelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan. Adapun dalam Surah Al-Anfal, disebutkan bahwa turunnya Al-Qur’an bertepatan dengan peristiwa perang Badar, yang dikenal sebagai Yaum al-Furqan.
Namun, tidak ada satu pun ayat yang menyebutkan tanggal pasti terjadinya Lailatul Qadar. Dalam Surah Al-Qadr ayat kedua, Allah hanya mengungkapkan keistimewaan malam ini dengan bentuk pertanyaan:
“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” [Surah Al-Qadr (97): 2]
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” [Surah Al-Qadr (97): 3]
Karena kemuliaannya yang luar biasa, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam tersebut. Beberapa di antara termaktub dalam dalam hadis-hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.
“Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda: ‘Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan’.”
“Dari Ibnu Umar ra, bahwa beberapa sahabat Nabi SAW bermimpi tentang Lailatul Qadar pada tujuh malam terakhir (Ramadan). Maka Rasulullah SAW bersabda: ‘Aku melihat mimpimu sekalian bertepatan dengan malam tujuh terakhir, barangsiapa mencarinya, maka carilah pada malam-malam itu’.”
“Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Tunggulah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir (bulan Ramadan) atau sembilan malam terakhir’.”
Hadis-hadis itu menunjukkan Rasulullah SAW tidak menentukan tanggal pasti Lailatul Qadar, tetapi mengisyaratkan bahwa malam tersebut terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil.
Adapun tanggal 17 Ramadan yang sering diperingati di Indonesia sebagai malam turunnya Al-Qur’an adalah hasil ijtihad ulama. Pendapat ini didasarkan pada surat Al-Anfal (8): 41, yang menyebutkan Al-Qur’an diturunkan pada malam bertepatan dengan perang Badar, yang menurut catatan sejarah terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriyah.
Karena itu, tanggal pasti Lailatul Qadr tetap menjadi rahasia Allah. Umat Islam tetap dianjurkan meningkatkan ibadah sepanjang bulan Ramadan, khususnya di sepuluh malam terakhir.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy