Brigadir Polisi di Polda Jateng Tega Bunuh Bayi Sendiri

Brigadir Ade Kurniawan
Tampang Brigadir Ade Kurniawan, anggota Ditintelkam Polda Jateng yang diduga bunuh bayinya sendiri. Foto: Istimewa via Kumparan.com

Semarang – Polda Jawa Tengah menetapkan Brigadir Ade Kurniawan, 27 tahun, sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap bayi kandungnya sendiri.

Penetapan tersangka terhadap Brigadir Ade Kurniawan dilakukan setelah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng melakukan gelar perkara pada Selasa siang, 25 Maret 2025.

“Gelar perkara sudah selesai, hasil yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto dikutip dari Kumparan.com.

Saat ini Brigadir Ade Kurniawan masih menerima sanksi patsus atau penempatan khusus. Setelah itu, ia akan dilimpahkan ke tahanan umum Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.

“[Tersangka] Masih menjalani patsus dahulu. Nanti habis patsus akan dilanjutkan penahanan oleh penyidik Ditkrimum,” jelas Artanto.

Atas kejahatannya, Brigadir Ade Kurniawan terancam djerat pasal tentang dugaan tindak pidana menghilangkan nyawa anak di bawah umur dengan sengaja.

“Pasal Perlindungan Anak, pasal 338 KUHP atau pasal 351 ayat 3 KUHP,” kata Artanto.

Kronologi Brigadir Ade Kurniawan Bunuh Anak Sendiri

Brigadir Ade Kurniawan merupakan anggota Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Jateng. Ia dilaporkan atas dugaan pembunuhan terhadap anak kandungnya yang berusia dua bulan pada Minggu, 2 Maret 2025.

Polda Jateng juga sudah melakukan ekshumasi atau pembongkaran mayat korban yang dikubur di kampung halaman Brigadir Ade Kurniawan di Kabupaten Purbalingga. Hasil ekshumasi tersebut menjadi salah satu bukti kejahatan yang dilakukan tersangka.

Kasus itu dilaporkan tiga hari setelah kejadian. “Pelapor adalah saudari DJ (24 tahun), ibu dari anak berinisial NA yang masih berusia dua bulan,” ujar Artanto dikutip dari Tempo.co, Selasa, 10 Maret 2025.

Pada Minggu, 2 Maret 2025, DJ menitipkan NA kepada Brigadir Ade Kurniawan yang berada di dalam mobil. DJ kemudian pergi berbelanja.

Setelah kembali, DJ melihat kondisi NA tak wajar. DJ kemudian berinisiatif membawa NA ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa bayi itu tak lagi tertolong.

DJ kemudian melaporkan kejadian itu ke Polda Jawa Tengah tempat Brigadir Ade Kurniawan berdinas. Guna kepentingan penyelidikan, penyidik membongkar makam korban pada Kamis, 6 Maret 2025.

Berdasarkan keterangan dari pelapor dan ciri-ciri kekerasan terhadap bayi tersebut, Brigadir Ade Kurniawan diduga membunuhnya dengan cara mencekik.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy