Sigli, Line1News – Malam Senin yang tenang di Kabupaten Pidie seketika berubah menjadi petaka memilukan. Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di kawasan Pasar Caleue, Gampong Dayah Caleue, Kecamatan Indrajaya, menjadi saksi bisu kecelakaan maut yang merenggut empat nyawa pada Minggu, 14 Juni 2026, sekitar pukul 21.30 waktu Aceh.
Sebuah bus penumpang antarkota JRG menghantam dua sepeda motor. Benturan keras tersebut membuat para korban mengalami luka berat hingga mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.
Dua Pelajar dan Dua Wanita Dewasa
Kepergian para korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Dua di antara korban meninggal dunia adalah remaja yang masih duduk di bangku sekolah, yakni Cut Raisya Naisyira (13) dan Zurratul Wilza (13). Dua pelajar asal Gampong Krueng Seumideuen, Kecamatan Peukan Baro ini tengah berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy BL 5653 PAW saat musibah menjemput mereka.
Sementara dua korban jiwa lainnya adalah Anadia (33) dan Rustina (57), pengendara dan penumpang Honda Beat BL 4344 PAJ. Kedua warga Gampong Seukee, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie ini sedianya sedang dalam perjalanan menggunakan motor sebelum takdir berkata lain malam itu.
Kronologi Kejadian Begitu Cepat
Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, melalui Kasat Lantas AKP Aiyub Sami menjelaskan petaka ini bermula saat bus JRG bernomor polisi BL 7525 PB melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan. Bus tersebut dikemudikan oleh MIY (58), warga Gampong Ukee, Kecamatan Titeue.
Sesampainya di kawasan Pasar Caleue, sebuah motor Honda Scoopy yang dikendarai kedua pelajar tiba-tiba keluar dari sisi kiri jalan dan hendak berbelok ke kanan. “Karena jarak sudah sangat dekat, pengemudi bus tidak dapat menghindari tabrakan,” ujar AKP Aiyub dalam keterangannya kepada wartawan.
Hantaman pertama tak terhindarkan. Oleng setelah menabrak motor pertama, bus JRG tersebut bergerak liar ke jalur kanan. Di saat bersamaan, datang motor Honda Beat yang dikendarai Anadia dan Rustina dari arah berlawanan (Medan menuju Banda Aceh). Tabrakan kedua yang tidak kalah hebat kembali terjadi.
Saksi: “Kejadiannya Begitu Cepat…”
Suara dentuman keras malam itu menyisakan trauma bagi warga sekitar. Salah seorang saksi mata di lokasi menceritakan betapa mencekamnya situasi pasca-tabrakan. “Kejadiannya begitu cepat. Setelah tabrakan, korban terlihat sudah tidak bergerak,” kenangnya.
Warga yang histeris langsung berusaha memberikan pertolongan. Keempat korban kemudian dievakuasi ke RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli.
Di sisi lain, seluruh penumpang bus dilaporkan selamat tanpa luka-luka, meski kondisi bagian depan bus dan kedua sepeda motor korban mengalami ringsek total. Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pidie masih mendalami kasus ini untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
“Empat korban meninggal dunia akibat luka berat yang diderita. Sementara kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan parah,” pungkas AKP Aiyub.
Kini, aspal Pasar Caleue menyisakan cerita duka tentang empat nyawa yang terenggut dalam sekejap, meninggalkan ruang hampa dan air mata yang tak membendung bagi keluarga di rumah.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy