Banda Aceh, Line1News – Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) mendesak pemerintah segera mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Ar-Raniry, Teuku Aulia Raja Habibie, menilai lahirnya Pergub terkait JKA sangat merugikan masyarakat Aceh.
“Hari ini, kami siap beradu argumen dengan pemerintah tentang bagaimana Pergub ini harus segera cabut,” kata Aulia di sela-sela unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Senin, 11 Mei 2026.
Baca Juga: Massa Kembali ‘Geruduk’ Kantor Gubernur Aceh, Minta Pergub JKA Dicabut
Aulia mengatakan pihaknya telah menyiapkan draf hukum serta sejumlah kajian untuk membantah pemerintah bahwa regulasi baru ihwal JKA itu bermasalah.
“Kenapa pemerintah sampai hari ini tidak mau mengakui kesalahan. Sedangkan masyarakat sudah sangat resah dengan Pergub ini,” jelasnya.

[Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Ar-Raniry, Teuku Aulia Raja Habibie. Foto: Fakhrurrazi/Line1News]
Aulia menyebut narasi terkait Pergub JKA yang dibangun Pemerintah Aceh sama sekali tidak sinkron dengan kondisi lapangan. Bahkan, beberapa komentar pejabat juga dinilai simpang siur.
“Kami melihat di sini adanya permasalahan internal di dalam kubu Pemerintah Aceh. Kalau ada persoalan politik itu jangan melibatkan masyarakat,” kata dia.
Dia mendesak pemerintah segera mencabut regulasi tersebut karena selain bertentangan dengan Qanun, Pergub ini dinilai juga sangat merugikan masyarakat Aceh.
“Kami sempat koordinasi dengan kepolisian bahwa kalau sampai jam 6 [18.00] nanti kami dibubarkan, kami tetap bertahan. Kami tidak akan melakukan tindakan apapun sampai gubernur menjumpai kami untuk mencabut Pergub tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Aceh, Syakir, yang hadir menemui massa aksi tidak bicara banyak. Syakir menjelaskan Pergub JKA masih terus dievaluasi.
“Penerapan JKA dengan Pergub sampai sekarang terus dilakukan evaluasi,” ucap Syakir.
Baca Juga: Temui Pendemo, Sekda Aceh Minta Waktu Implementasi Pergub JKA.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy