Geram! Milisi Houthi Yaman Bersumpah Bakal Serang Israel Habis-habisan

Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di pelabuhan Hodeidah, di Hodeidah, Yaman pada Minggu, 21 Juli 2024. Foto: Reuters
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di pelabuhan Hodeidah, di Hodeidah, Yaman pada Minggu, 21 Juli 2024. Foto: Reuters

Sana’a – Milisi Houthi di Yaman bersumpah bakal menyerang Israel habis-habisan setelah negara zionis itu menyerang pelabuhan Hodeidah.

Juru bicara Houthi, Mohammed Abdulsalam, mengatakan milisi tersebut akan terus menyerang Israel dan tidak akan mematuhi aturan apapun.

Abdulsalam juga mengatakan tidak akan ada “garis merah” dalam respons Houthi terhadap Israel. “Semua pihak penting dalam semua level akan menjadi target bagi kami,” ujarnya kepada Al Jazeera TV.

Pada Sabtu, 20 Juli 2024, Israel menyerang depot penyimpanan bahan bakar dan pembangkit listrik yang berada di kota pelabuhan Hodeidah, Yaman. Serangan ini memicu kebakaran besar dan pemadaman listrik di wilayah tersebut. Tiga orang dilaporkan tewas akibat serangan itu.

Serangan udara ini dilakukan Israel usai Houthi menyerang ibu kota Tel Aviv dengan drone tak berawak pada Jumat, 19 Juli 2024.

Israel membenarkan militernya menjadi dalang di balik serangan ke Yaman. Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, menyebut serangan itu menargetkan markas militer yang berada di Hodeidah.

“[Serangan itu menargetkan] sasaran militer rezim teroris Houthi di kawasan pelabuhan Hodeidah di Yaman sebagai tanggapan atas ratusan serangan terhadap Israel dalam beberapa bulan terakhir,” kata Daniel Hagari, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu.

Menurut Abdulsalam, salah satu tujuan serangan tersebut agar Yaman berhenti mendukung Jalur Gaza yang ini masih berada di tengah kondisi perang.

“Agresi brutal Israel terhadap Yaman bertujuan untuk memperdalam penderitaan masyarakat dan untuk menekan Yaman agar berhenti mendukung Gaza,” ujar Abdulsalam lewat cuitan di akun Twitter pribadinya.

Abdulsalam menegaskan tujuan Israel itu hanyalah mimpi belaka. Houthi, kata Abdulsalam, tidak akan berhenti mendukung warga Palestina di Jalur Gaza.

Sehari setelah serangan Israel, Arab Saudi buru-buru mengklarifikasi. Juru bicara kementerian pertahanan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan Arab Saudi tidak memiliki hubungan atau keterlibatan dalam penargetan Hodeidah.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy