Blangkejeren, Line1News – Angin segar berembus bagi para petani kopi Arabika di dataran tinggi Kabupaten Gayo Lues. Raut bahagia tidak dapat disembunyikan seiring dengan harga jual gabah kopi Gayo yang konsisten bergerak naik hampir setiap pekan sepanjang satu bulan terakhir.
Jasvira dan Anuar, petani kopi Arabika di Blangkejeren, Gayo Lues, mengungkapkan rasa syukurnya pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Keduanya menyebut hari ini harga gabah kopi kualitas terbaik atau super telah menembus angka Rp67.000 per bambu di tingkat agen penampung keliling.
“Dua minggu yang lalu harga gabah kopi Gayo super masih Rp62 ribu per bambu. Seminggu yang lalu naik menjadi Rp65 ribu per bambu. Hari ini sudah naik lagi menjadi Rp67 ribu per bambu dibeli agen penampung keliling,” tutur Jasvira penuh semangat.
Kualitas Menentukan Nilai Jual
Meski tren harga sedang berpihak pada petani, Jasvira menjelaskan bahwa nominal yang diterima setiap petani di Gayo Lues tidaklah seragam. Kualitas fisik dari hasil panen tetap menjadi penentu utama tinggi rendahnya harga tawaran dari para agen.
“Gabah kopi super itu bersih, tidak ada kosong, dan bijinya juga besar-besar, jadi para toke juga sering membedakan harga gabah dari masing-masing petani,” ujar Jasvira memberikan gambaran detail mengenai persaingan kualitas di lapangan.
Baca Juga: Menghirup Aroma Masa Depan: Saat Kopi Gayo Menggantikan Rumput Liar di Kantor Pemerintahan
Selain faktor kualitas komoditas, perbedaan harga juga kerap dipengaruhi oleh kebijakan internal masing-masing agen penampung. Menurut Anuar, “Jarang yang sama harga pembeliannya antar-agen penampung”.
Menyikapi menjamurnya jumlah pemburu gabah kopi saat ini, Jasvira membagikan tips cerdik bagi sesama rekan profesinya agar bisa memetik keuntungan maksimal. Banyaknya pilihan agen penampung keliling yang masuk ke desa-desa harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk membandingkan harga.
“Saat ini agen penampung gabah kopi keliling semakin banyak. Jadi, kita sebagai petani harus menanyakan dulu ke beberapa agen penampung sebelum memutuskan untuk dijual kemana, supaya tidak salah langkah,” pungkasnya.[]
Baca Juga: Kopi Dingin Kini Jadi Simbol ‘Self-Reward’ dan Ruang Aman Gen Z


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy