Impor Aceh Tembus 49,25 Juta USD, Gas Propana-Butana Kuasai 93 Persen

ilustrasi impor ekspor
Ilustrasi impor. Foto: Andy Li/Unsplash

Banda Aceh, Line1News – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Aceh pada April 2026 mencapai 49,25 juta USD. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 14,09 persen dibandingkan impor selama periode Maret 2026.

“Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 3,07 persen dibandingkan kondisi April 2025,” kata Kepala BPS Aceh, Agus Andria, Selasa, 2 Juni 2026.

AS hingga Tiongkok

Agus menyampaikan impor terbesar April 2026 berasal dari Amerika Serikat (AS) senilai 27,17 juta USD atau setara 55,17 persen dengan komoditas gas propana atau butana.

Peringkat kedua negara asal impor adalah Aljazair senilai 18,74 juta USD atau 38,04 persen dengan komoditas yang sama.

“Urutan ketiga impor terbesar berasal dari Tiongkok, senilai 2,99 juta USD atau 6,07 persen dengan komoditas berupa bahan kimia anorganik,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, secara keseluruhan komoditas terbesar yang diimpor adalah gas propana atau butana senilai 45,91 juta USD atau setara dengan 93,20 persen dari total nilai impor.

“Berikutnya adalah bahan kimia anorganik senilai 2,99 juta USD atau setara dengan 6,07 persen,” ucap dia.

Neraca Perdagangan Surplus

Menurutnya, dengan nilai ekspor lebih besar dibandingkan nilai impor, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada April 2026 mengalami surplus sebesar 7,74 juta USD.

“Dari grafik terlihat bahwa selama April 2025 hingga April 2026 neraca perdagangan luar negeri mengalami defisit di dua bulan yaitu pada Mei dan Oktober 2025,” pungkasnya.[]

Baca Juga: India Rajai Ekspor Batubara Aceh, Tembus 38 Juta USD dalam Sebulan

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy