5 Rumah di Lhokseumawe Terbakar dalam Semalam

Kondisi rumah terbakar di Lhokseumawe
Suasana di lokasi kebaran rumah di Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. Foto: Polres Lhokseumawe

Lhokseumawe – Suasana di Kota Lhokseumawe mendadak mencekam, Jumat malam, 20 Maret 2026. Si jago merah mengamuk di dua lokasi berbeda hampir secara bersamaan, melalap habis lima rumah warga di Kecamatan Blang Mangat dan Kecamatan Banda Sakti.

Petaka di Cot Rancong: Tiga Rumah Rata dengan Tanah

Di Dusun Cot Rancong, Desa Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat api muncul tiba-tiba saat penghuni masih berada di dalam rumah sekitar pukul 20.30 waktu Aceh. Bangunan milik N. Mustafa (34) dan Ainul Mardiah (56) yang berkonstruksi kayu membuat api dengan sangat cepat melahap seluruh bangunan.

Warga yang panik berhamburan menyelamatkan diri sambil berteriak meminta tolong. Dua damkar Aceh Utara harus berjibaku selama 1,5 jam sebelum akhirnya berhasil menjinakkan api pada pukul 22.00.

Dari informasi di lapangan, kata Kapolsek Blang Mangat, AKP Saiful Bahri, salah satu dari tiga rumah tersebut sebelumnya dihuni bersama oleh menantu laki-laki, anak perempuan, serta seorang cucu.

Percikan Maut dari Lantai Dua di Jalan Pase

Tak jauh berbeda, pemandangan memilukan juga terlihat di Jalan Pase, Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti. Dua rumah permanen milik Zulkifli (78) dan Muhammad (62) menjadi sasaran amukan api.

Saksi mata, Aslim (30), menceritakan detik-detik mengerikan saat percikan api muncul dari kabel listrik di kamar lantai dua. “Api langsung membesar dan merembet ke rumah sebelah,” ungkapnya.

Enam armada pemadam dari Pemko Lhokseumawe dan PT PIM diterjunkan ke lokasi untuk memutus penjalaran api di kawasan padat penduduk tersebut.

Dugaan Korsleting Listrik 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, melalui jajaran Kapolsek di dua wilayah tersebut, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, total kerugian materiil dari kedua lokasi diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

“Dugaan kuat karena arus pendek. Kami meminta masyarakat untuk tidak abai terhadap instalasi listrik yang sudah tua. Segera lakukan pengecekan rutin agar tragedi seperti ini tidak terulang kembali,” tegas pihak kepolisian.

Kini, para korban hanya bisa menatap puing-puing rumah mereka yang menghitam, berharap ada uluran tangan untuk memulai kembali kehidupan mereka.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy