Kuala Cangkoi, Aceh Utara

Korban Banjir Sewa Mesin Sedot Pasir Timbun Tanah Lokasi Rumah Amblas

Dampak banjir di Kuala Cangkoi
Kondisi Dusun Teungku Cek Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara pascabanjir bandang. Foto: Tim Relawan Simpang Keuramat

Aceh Utara – Pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, luka dan taruma masih dirasakan warga terdampak. Di antaranya, masyarakat Dusun Teungku Cek Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara.

Untuk bertahan hidup, kini sebanyak 104 kepala keluarga masyarakat di dusun itu masih berada di bawah tenda darurat setelah rumah mereka hancur dan amblas terkikis banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

“Kami berharap pemerintah dapat segera membantu pembangunan tempat tinggal yang layak untuk masyarakat, baik huntara maupun huntap,” kata Teungku Feriadi, kepala dusun itu, Senin, 19 Januari 2026.

Feriadi menyebut tidak mungkin masyarakat terus bertahan di kamp pengungsian, apalagi akan memasuki bulan Ramadan.

Alasan belum adanya lahan untuk lokasi pembangunan hunian sementara (huntara), juga menjadi persoalan bagi warga penyintas bencana di daerah tersebut.

Hal itu terungkap di sela-sela penyaluran bantuan sembako dari masyarakat Aceh-Melayu kawasan Rawang Negeri Selangor, Malaysia, dan pengobatan gratis di lokasi pengungsian masyarakat Kuala Cangkoi oleh Medical Team KPA Simpang Keuramat, Aceh Utara, dan Laskar Pemuda Aceh.

[Perwakilan warga Aceh-Melayu kawasan Rawang Negeri Selangor, Malaysia, Tim Medis KPA Simpang Keuramat, dan Laskar Pemuda Aceh foto bersama anak-anak korban banjir di Kuala Cangkoi usai penyaluran sembako dan pengobatan gratis. Foto: Tim Relawan Simpang Keuramat]

Saat tim tersebut berkunjung ke sana, masyarakat sedang mengerjakan penyedotan pasir dari bibir pantai untuk menimbun kembali tanah lokasi rumah yang amblas dibawa arus banjir bandang.

“Karena tidak ada lokasi untuk membangun kembali rumah, maka kami terpaksa menyewa mesin penyedot pasir untuk menimbun kembali tanah kami yang amblas,” ujar Walad, warga Kuala Cangkoi, yang ditemui tim Laskar Pemuda Aceh di lokasi tersebut.

Warga sengaja menyewa mesin penyedot dengan tarif Rp1,4 juta perhari untuk menimbun kembali lokasi amblasnya rumah mereka.

“Untuk satu lokasi perumahan, bisa menghabiskan waktu 3-4 hari baru selesai tertimbun seperti semula. Semua biaya untuk menyewa alat sedot tersebut kami tanggung sendiri,” ucap Walad.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy