Ini Alasan Pemko Lhokseumawe Belum Tender Proyek 2026

INAPROC SPSE Lhokseumawe
Tampilan INAPROC SPSE Kota Lhokseumawe. Foto: Tangkapan layar/Line1.News

Lhokseumawe – Hingga akhir Maret 2026, publik masih menanti kepastian dimulainya proyek-proyek fisik di Kota Lhokseumawe yang pemilihan penyedianya melalui proses tender. Meski tahun anggaran sudah berjalan satu kuartal, terpantau belum tayang paket-paket pekerjaan pada laman INAPROC SPSE Kota Lhokseumawe.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Unit Layanan Pengadaan/ULP) Setda Lhokseumawe, Tri Haryadi, dikonfirmasi Line1.News via telepon, Senin sore, 30 Maret 2026, mengatakan semua paket pekerjaan saat ini sedang dalam tahap reviu dokumen.

“Masih proses, lagi dievaluasi [reviu],” ujar Tri Haryadi.

Tahap Reviu Inspektorat

Tri menjelaskan pada Ramadan lalu, fokus pada penyempurnaan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Sistem ini memuat daftar paket kegiatan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tahun anggaran 2026.

“Sekarang tahap reviu dokumen dengan Inspektorat. Dokumen seluruhnya direviu, termasuk kesiapannya. Jadi, mulai habis Lebaran kemarin, OPD-OPD diminta menyiapkan dokumen untuk reviu. Sekarang prosesnya sedang berjalan,” tambah Tri.

Menurut Tri, begitu proses reviu rampung, proses tender akan dimulai terhadap paket-paket yang menggunakan metode lelang.

Baca juga: Belum Ditender, Ini Proyek-Proyek Pemko Lhokseumawe 2026

Daftar Proyek Tender

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), terdapat 20 paket proyek fisik yang metode pemilihan penyedianya melalui proses tender.

Berikut adalah rincian proyek tersebut:

1. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) – 16 Paket

Dinas PUPR mengelola anggaran besar untuk infrastruktur jalan dan fasilitas publik:

  • Penataan Pedestrian Jalan Merdeka: pagu Rp4,92 miliar (M).
  • Peningkatan Jalan Pase: Rp4,01 M.
  • Penuntasan Gedung Kesenian & Pagar: Rp2,37 M.
  • Peningkatan Jalan Cot Trieng – Paloh Punti: Rp1,79 M.
  • Peningkatan sejumlah jalan lingkungan (di Blang Crum, Meunasah Blang, Blang Pulo, dan Jalan Diponegoro) masing-masing Rp981 juta.
  • Lanjutan Peningkatan Jalan Alue Lim – Sp. Kramat Rp748,5 juta.
  • Pengaspalan Jalan Lhok Beuramoe Gampong Jeulikat Rp687,1 juta dan lanjutan pengaspalan Jalan Blang Malo Rp489,5 juta.
  • Peningkatan Jalan Cut Mamplam dan Jalan Meunasah Manyang masing-masing Rp490,7 juta.
  • Pemeliharaan Jalan Kecamatan Banda Sakti Rp757,5 juta.
  • Pembangunan Masjid An-Nahdhah Gampong Paloh Punti (Rp692 juta) dan Masjid Darul Atiq Gampong Jeulikat (Rp489 juta).

2. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) – 2 Paket

Fokus pada peningkatan sarana pendidikan dengan konstruksi bertingkat:

  • SDN 3 Muara Satu: Pembangunan ruang kelas (2 lantai) senilai Rp1,51 M.
  • SDN 1 Banda Sakti: Rehabilitasi berat ruang kelas (2 lantai) senilai Rp1,12 M.

3. Disperindagkop-UKM – 3 Paket (2 tender dan 1 seleksi)

Fokus pada revitalisasi pusat ekonomi warga:

  • Rehabilitasi Pasar TPI Pusong: Rp1,12 M.
  • Rehabilitasi Terminal Mon Geudong: Rp458 juta.
  • Perencanaan (DED) Pasar Sayur Kota Lhokseumawe: Rp225 juta (seleksi).

Masyarakat Lhokseumawe berharap proses reviu dokumen proyek tersebut tidak memakan waktu lama, mengingat realisasi fisik di lapangan sangat bergantung pada proses tender.

Lihat pula: Ini Dia Penyedia Pengadaan Logistik Pascabanjir Lhokseumawe Bantuan Pemprov DKI Jakarta.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy