Total Pagu Rp500 Juta

Ini Dia Penyedia Pengadaan Logistik Pascabanjir Lhokseumawe Bantuan Pemprov DKI Jakarta

Kantor Wali Kota Lhokseumawe baru
Kantor Wali Kota Lhokseumawe. Foto: Dokumen RRI

Lhokseumawe – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) paket ‘Belanja Pengadaan Kebutuhan Logistik Darurat Pascabanjir Kota Lhokseumawe Bantuan Pemerintah DKI Jakarta’, pagu Rp500 juta, telah memilih penyedia barang tersebut.

“Sudah pemilihan penyedia, kontrak sudah, sudah berjalan,” kata Asrul selaku PPK pengadaan tersebut dikonfirmasi Line1.News via telepon, Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 17.10 waktu Aceh.

Baca juga: Apa Kabar Pengadaan Logistik Pascabanjir Lhokseumawe Bantuan Pemprov DKI Jakarta Rp500 Juta?

Menurut keterangan pada paket tersebut dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Sekretariat Daerah (Setda) Lhokseumawe, uraian pekerjaan: selimut; pampers; mie instant Indomie ayam bawang; susu bayi; makanan bayi; kain sarung; botol susu bayi; mie instan soto.

Asrul membenarkan hal itu. “Betul, popok bayi, ada Indomie, dan sebagainya”.

Ditanya bagaimana proses pemilihan penyedia pengadaan barang itu melalui e-Purchasing atau e-Katalog, Asrul mengatakan, “PPK memilih penyedia yang sudah cukup syarat”.

Menurut Asrul, pemilihan penyedia telah dilaksanakan pada akhir bulan puasa (Ramadan 1447 H).

Ditanya nama perusahaan penyedia pengadaan barang itu yang dipilih, Asrul menjelaskan, “Koperasi dinas kita pakai. Kebetulan kita di Pemko ini ada koperasi Pamong Praja, kalau tidak salah namanya [Koperasi] Praja Wibawa”.

Menurut Asrul, koperasi lebih luas cakupannya. “Di dalam aturan memang koperasi itu diprioritaskan untuk katalog,” ujarnya.

Soal nilai kontrak dari total pagu Rp500 juta, Asrul mengaku tidak ingat. Dia mengaku tidak dapat melihat data lantaran sudah berada di luar kantornya. “Hana lon aphai nyan, hana tingat lon, lon ka di lua nyoe. Pokoknya tidak sampai Rp500 juta,” tutur Asrul.

Lalu, apakah bantuan hasil pengadaan itu sudah didistribusi ke lapangan? “Sebagian [laporan] yang saya terima sudah diantar. Sebagian lagi sedang peu pah (disinkron) data bek (jangan) tumpang tindih dan sebagainya. [Data] itu ada di pihak (Bagian) Kesra,” ujar Asrul.

Namun, soal lokasi pendistribusian, menurut Asrul lebih tepat dikonfirmasi kepada Bagian Kesra Setda Lhokseumawe. “Kalau masalah lokasi itu di Bagian Kesra. Saya di ULP (Unit Layanan Pengadaan),” ucapnya.

Baca juga: Inilah 6 OPD Lhokseumawe Penerima Dana Bantuan Penanganan Bencana, Terbanyak PUPR

Line1.News kemudian mengirimkan pertanyaan konfirmasi via pesan Whatsapp kepada Kabag Kesra Setda Lhokseumawe, Muhammad Rahmat, pada pukul 18.16.

Adapun pertanyaan itu: Di mana saja lokasi pendistribusian hasil pengadaan barang kebutuhan logistik darurat pascabanjir Lhokseumawe dari bantuan Pemerintah DKI Jakarta tersebut? Apakah lokasinya di Huntara korban banjir Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu? Apakah juga didistribusikan kepada korban banjir di gampong-gampong lainnya? Bisa disebutkan nama-nama gampong tersebut?

“Bantuan akan didistribusikan dengan skala prioritas pada gampong yang terdampak bencana secara signifikan menurut data JITUPASNA (Kajian Kebutuhan Pascabencana, red),” kata Rahmat pada pukul 19.36.

“Untuk penghuni Huntara, mereka dapat bantuan dari BNPB. Bantuan Pemprov DKI akan diberikan bersifat penebalan, setelah berkoordinasi dengan BPBD. Insya Allah, [dalam] minggu ini akan mulai kita distribusikan,” pungkas Rahmat.

Sementara itu, informasi diperoleh Line1.News, Koperasi Praja Wibawa sudah tidak beraktivitas lagi di Kompleks Kantor Satpol PP dan WH Lhokseumawe. Satu sumber lainnya menyebut, “Koperasi tersebut bukan lagi bagian dari Satpol PP, karena tidak beranggotakan dari Satpol PP lagi”.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy