Banda Aceh – KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha dijadwalkan mengisi kajian di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Aceh pada Rabu malam, 11 Februari 2026.
Melansir akun Instagram @grandbaiturrahman, Gus Baha akan mengisi Kajian Spesial Rabu Maghrib yang dimulai sejak pukul 18.55 waktu Aceh. Acara tersebut juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Masjid Raya TV, Radio Baiturrahman, dan RRI.
Catatan Line1.News, ini pertama kali Gus Baha hadir ke ke MRB Aceh untuk memberikan kajian. Gus Baha merupakan ulama yang menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Lembaga Pembinaan, Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (LP3IA) Narukan Rembang, Jawa Tengah.
Baca juga: Gus Baha Ungkap Sikap Nabi Musa yang belum Siap Kalah dari Nabi Muhammad
Beberapa referensi menyebutkan, murid Kiai Maimun Zubair itu dikenal sebagai salah satu ahli tafsir al-Qur’an. Saat remaja, Gus Baha mondok dan berkhidmah kepada Kiai Maimun Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang.
Sementara Ayah Gus Baha, Kiai Nursalim al-Hafizh, juga seorang ulama. Suatu ketika ayahnya menawarkan kepada Gus Baha’ untuk mondok di Rushaifah atau Yaman. Namun, Gus Baha’ menolaknya dan lebih memilih untuk tetap di Indonesia, berkhidmat kepada almamaternya Madrasah Ghozaliyah Syafi’iyyah Al-Anwar dan pesantrennya sendiri LP3IA.
Setelah ayahnya wafat pada tahun 2005, Gus Baha melanjutkan tongkat estafet kepengasuhan di LP3IA Narukan.
Gus Baha dikenal sebagai sosok yang sederhana. Ia Ciri khas pakaiannya adalah sarung, kemeja putih, dan peci hitam.
Baca juga: Gus Baha di Ngaji Bareng UII: Saya Termasuk Gus yang Asli
Di luar pesantren, Gus Baha merupakan Ketua Tim Lajnah Mushaf Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.Tim ini berisi para profesor, doktor, dan ahli-ahli Al-Qur’an dari seluruh Indonesia seperti Quraisy Syihab, Zaini Dahlan, Shohib, dan para anggota Dewan Tafsir Nasional lainnya.
Gus Baha juga menulis kitab tentang rasm Usmani yang dilengkapi dengan contoh dan penjelasan yang disandarkan pada kitab al-Muqni’ karya Abu ‘Amr Usman bin Sa’id ad-Dani (wafat 444 Hijriah). Kitab ini berguna bagi siapapun untuk mengetahui bagaimana memahami karakteristik penulisan al-Qur’an di dalam mushaf rasm Usmani.
Karyanya yang lain, Tafsir al-Qur an versi UII dan al-Qur’an terjemahan versi UII Gus Baha’. Salah satu ciri khas tafsir ini, dikontekstualisasikan untuk membaca Indonesia dan dengan rasa Indonesia. Tafsir dan terjemahan UII ini sama sekali tidak mengubah dari keaslian al-Qur’an itu sendiri.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy