Lhoksukon – Penjabat Bupati Aceh Utara Mahyuzar menyadari keterbatasan sarana menjadi kendala dalam penanganan sampah secara optimal di seluruh wilayah kabupaten tersebut.
Hal ini, kata Mahyuzar, menjadi tantangan besar yang membutuhkan kerja sama dan inovasi dari semua lapisan masyarakat.
“Saya ingin menekankan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan harus tetap kita jaga,” ujarnya dikutip Senin, 5 Agustus 2024.
Walaupun demikian, Mahyuzar mengapresiasi upaya seluruh pihak yang telah bekerja keras menangani masalah sampah di kabupaten tersebut.
Dia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara merespons cepat penanganan sampah meskipun dengan fasilitas terbatas
“Mari kita manfaatkan segala sumber daya yang ada secara maksimal dan mencari solusi-solusi kreatif untuk mengatasi masalah ini.”
Sebelumnya, Kepala DLHK Aceh Utara Saifullah mengatakan pihaknya berupaya mengangkut sampah meskipun tidak setiap hari disebabkan terbatasnya sarana dan prasarana.
Jumlah sampah di Aceh Utara mencapai 304 ton per hari. Akibat keterbatasan armada sampah, hanya 104 ton sampah yang dapat diangkut dengan 25 truk.
Namun, kata Saifullah, dari 25 truk sampah itu, delapan unit dump truck rusak. Sementara jumlah petugas kebersihan 262 orang, masih belum maksimal untuk melayani 852 desa di 27 kecamatan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy