Banda Aceh – Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Aceh, Doktor H. Taqwaddin mengingatkan agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) tahun 2025-2029 yang sedang dirumuskan harus berorientasi mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat Aceh.
“Jangan hanya untuk kepentingan suatu kelompok saja,” kata Taqwaddin dalam pertemuan dengan Pemuda ICMI Aceh di MZ Coffee Banda Aceh, Selasa sore, 29 April 2025, dikutip Line1.News pada Rabu (30/4).
Taqwaddin meminta pengurus ICMI atau Pemuda ICMI Aceh yang terlibat dalam proses pengkajian dan perumusan RPJMA, mencermati secara seksama agar substansinya benar-benar ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat Aceh.
“Kita harus malu karena Aceh masih menempati sebagai wilayah termiskin di Sumatera,” ucap Taqwaddin yang juga Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor Pengadilan Tinggi Banda Aceh.
Menurut Taqwaddin, RPJMA yang sedang disusun juga harus sinergi dengan RPJM Nasional produk Pemerintah Prabowo sebagaimana sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Baca juga: Mualem Terbitkan SK Tim RPJMA, Jubir: Mereka Tidak Digaji Kecuali Narasumber
Taqwaddin meminta agar RPJMA yang tengah digodok juga mempertimbangkan aspek urusan dan kewenangan serta kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam UU Pemerintahan Aceh dan UU Pemerintahan Daerah.
Mengenai banyaknya orang yang terlibat dalam proses penyusunan RPJMA, Taqwaddin tak begitu mempersoalkan. “Karena setahu dan pengalaman saya, pekerjaan sumbang pikiran seperti itu tidak dibayar honor. Kecuali untuk beberapa orang narasumber,” ucap Akademisi Hukum USK ini.
Koperasi dan Seminar Migas
Sementara itu, Ketua Pemuda ICMI Aceh, Doktor Muhammad Yasar, dalam pertemuan dengan Taqwaddin melaporkan beberapa kegiatan yang akan mereka laksanakan dalam waktu dekat ini. Di antaranya, mendirikan Koperasi Merah Putih Pemuda ICMI Aceh dan menyelenggarakan seminar tentang eksistensi Migas Aceh dalam Mei 2025.
Merespons laporan tersebut, Taqwaddin menyatakan, “Saya mendukung baik rencana kalian ingin membentuk koperasi. Tapi harus jelas usahanya apa dan bagaimana. Jika perlu ruang sekretariat, silakan pakai Kantor ICMI”.
Menyangkut seminar migas, Taqwaddin memberi masukan agar output dan outcome kegiatan tersebut memberi pengaruh terhadap penerbitan kebijakan Aceh terkait pengelolaan energi dan sumberdaya mineral (ESDM) Aceh. Sehingga upaya eksplorasi dan eksploitasi migas dan ESDM Aceh harus memberi kontribusi nyata untuk masyarakat Aceh.
“Jangan sampai nanti pemuda Aceh jadi penonton manakala kegiatan investasi migas serta ESDM Aceh mulai beroperasi di Aceh”.
“Saya sedih dan prihatin menyaksikan masih tingginya angka pengangguran di Aceh. Secara moral, kita di ICMI harus ikut bertanggung jawab terhadap hal itu, yang menyebabkan Aceh masih miskin,” pungkas Taqwaddin.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy