Tiga Keluarga Penyintas Banjir Bandang Jadi Korban Kebakaran Ruko di Tanah Jambo Aye

Kondisi enam ruko yang terbakar di Tanoh Jambo Aye
Kondisi enam ruko yang terbakar di Tanoh Jambo Aye. Foto: Humas Pemkab Aceh Utara

Lhoksukon – Tiga dari delapan keluarga korban kebakaran enam unit ruko di Gampong Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, merupakan penyintas banjir bandang.

Mereka sebelumnya kehilangan rumah akibat banjir akhir November 2025. Tiga keluarga itu kemudian pindah dan tinggal sementara waktu di ruko di Dusun Lamdayah tersebut.

Namun, musibah kembali menimpa mereka pada Sabtu pagi, 17 Januari 2026, sekira 09.30 waktu Aceh, ketika api melahap enam ruko semi permanen itu.

Akibat kejadian itu, delapan keluarga kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda mereka. Keenam ruko itu kini telah menjadi puing-puing, hanya menyisakan fondasi dan seng.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayahwa telah datang ke sana dan menyalurkan bantuan masa panik. Bantuan tersebut mencakup bahan kebutuhan pokok, selimut, pakaian, perlengkapan tidur, serta berbagai logistik darurat lainnya.

Bantuan diterima langsung oleh delapan keluarga korban kebakaran, termasuk tiga keluarga yang menempati satu unit ruko.

Baca juga: Enam Ruko Semi Permanen di Tanah Jambo Aye Terbakar

“Bantuan ini memang tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Ayahwa dilansir dari Laman Pemkab Aceh Utara, Senin, 19 Januari 2026.

Dia juga menginstruksikan dinas terkait melakukan pendataan lanjutan, sekaligus menyiapkan langkah penanganan pascakebakaran, baik dari aspek sosial maupun kemungkinan penyaluran bantuan lanjutan untuk pemulihan.

Para korban berterima kasih atas respons cepat pemerintah daerah. Kehadiran langsung Bupati Aceh Utara dinilai memberikan dukungan moril dan harapan di tengah kondisi sulit yang mereka alami.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp800 juta.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy