Banda Aceh — Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UINAR) Banda Aceh menempati peringkat keempat nasional kampus riset terbaik versi Scimago Institutions Rankings (SIR) 2025.
Peringkat pertama SIR 2025 dipegang Universitas Indonesia, disusul Universitas Gadjah Mada, lalu Institut Pertanian Bogor. Dengan demikian, UINAR tercatat sebagai perguruan tinggi dengan kinerja riset terbaik pertama di luar Pulau Jawa.
Dalam pemeringkatan tersebut, UINAR juga mengungguli sejumlah perguruan tinggi besar lain, yakni Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hasanuddin.
Peringkat tersebut juga menjadikan UINAR sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang masuk lima besar nasional.
Rektor UINAR Profesor Mujiburrahman mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi kampus dalam memperkuat tata kelola riset.
“Ini hasil kerja kolektif sivitas akademika. Kami terus mendorong budaya riset yang berkualitas dan berdampak luas,” ujarnya dilansir dari Laman UINAR, Jumat, 6 Jumat 2025.
Penilaian SIR didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja riset, inovasi, dan dampak sosial.
Menurut Mujib, UINAR secara berkelanjutan meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah. Saat ini, kampus tersebut mengelola 125 jurnal ilmiah dan prosiding yang terhimpun dalam Pusat Pengelolaan Jurnal UIN Ar-Raniry.
Sebanyak 49 jurnal telah terakreditasi nasional, dengan empat jurnal berperingkat Sinta 1 yang terindeks Scopus, enam jurnal Sinta 2, serta sisanya tersebar di Sinta 3 hingga Sinta 5.
Baca juga: Dua Akademisi UIN Ar-Raniry Masuk Daftar Top 2% Scientist Dunia 2025
Beberapa jurnal UIN Ar-Raniry turut menorehkan capaian internasional. Jurnal El-Usrah tercatat sebagai jurnal antropologi terbaik di Asia versi Scimago Journal Rank (SJR) 2025 dengan skor 0,73. Tiga jurnal lainnya yakni Samarah (SJR: 0.92), Islam Futura (SJR; 0.38, dan Petita (SJR; 0.26) masuk dalam kategori Q1, kuartil tertinggi di kancah jurnal internasional bereputasi.
UINAR juga aktif membangun kolaborasi riset internasional. Bersama Universiti Kebangsaan Malaysia, kampus tersebut menggelar The 3rd Samarah International Conference on Islamic Family Law dan The First El-Usrah International Conference di Selangor pada akhir 2024. Konferensi ini diikuti 128 pemakalah dari Indonesia, Malaysia, dan Turki, dengan seluruh artikel dipublikasikan di jurnal Q1 yang dikelola UINAR.
Di tahun yang sama, dua dosen UINAR, Muhammad Siddiq Armia dan Mursyid Djawas, masuk daftar Top 2% Scientist Worldwide 2025 yang dirilis Universitas Stanford bersama Elsevier.
“Seluruh capaian ini tidak sekadar menjadi kebanggaan institusi, tapi bagian dari jihad akademik yang terus kami rawat agar kampus ini bisa melayani dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Mujiburrahman.
Mujiburrahman menilai pencapaian tersebut menunjukkan daya saing kampus di luar Jawa dalam ekosistem riset nasional.
“Peringkat ini membuktikan UIN Ar-Raniry mampu bersaing dengan perguruan tinggi besar nasional dan menjadi pusat riset unggulan dari kawasan barat Indonesia.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy