Karang Baru – Pemkab Aceh Tamiang menyiapkan anggaran Rp4,6 miliar untuk padat karya tunai. Program ini melibatkan warga membersihkan lumpur sisa banjir di desa masing-masing.
Melansir Antara, Plt Kadis PUPR Aceh Tamiang Mix Donald menyebutkan anggaran program itu berada di dinas tersebut bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBK Aceh Tamiang.
Program padat karya tunai, kata dia, diterapkan selama 10 hari ke depan, dengan memberdayakan maksimal 20 warga di setiap desa. Setiap orang memperoleh upah Rp100 ribu per hari.
“Jadi dana BTT yang disiapkan pemerintah daerah senilai Rp9,6 miliar termasuk padat karya tunai. Ada juga di dalamnya sewa alat berat, truk untuk keadaan darurat seperti bencana alam yang sifatnya harus cepat untuk perbaikan infrastruktur rusak,” ujar Mix, Jumat, 6 Februari 2026.
Baca juga: Warga Terdampak Bencana di Tamiang Direkrut untuk Pembersihan Lumpur
Tujuan lain dari padat karya tunai ini, kata dia, sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.
Kepala BPBD Aceh Tamiang Iman Suhery mengatakan program dari dana BTT yang sudah berjalan salah satunya untuk padat karya. Setiap saluran drainase desa akan dinormalisasi secara manual oleh warga desa masing-masing.
Dari pemantauan BPBD, padat karya tunai telah berjalan di Kecamatan Manyak Payed dan Banda Mulia.
“Nanti lumpur yang diangkat dari parit akan dimuat alat berat (beko) dan diangkut menggunakan truk dibuang keluar atau TPA.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy