Banda Aceh – Ancaman kesehatan mental di era digital ternyata jauh lebih serius dari yang dibayangkan. Menanggapi fenomena ini, Universitas Syiah Kuala (USK) merangkul pakar dari Denmark hingga Amerika Serikat untuk membedah solusi lewat kolaborasi riset lintas negara yang telah berjalan sejak 2019.
Dalam seminar internasional bertajuk “International Seminar for Mental Health and Social Wellbeing Issues in Digital Era”, yang digelar di Fakultas Kedokteran USK, Jumat, 27 Maret 2026, terungkap fakta-fakta krusial mengenai dampak teknologi terhadap psikologis masyarakat.
Kesehatan Mental: Bukan Lagi Isu Sampingan
Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Profesor Agussabti, menegaskan bahwa di tengah pesatnya teknologi, kelompok rentan kini menghadapi risiko baru yang nyata.
“Tantangan ini menuntut pendekatan terpadu. Kesehatan mental tidak lagi bisa dianggap sebagai isu sampingan, melainkan menjadi pilar utama dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan,” tegas Agussabti saat membuka acara itu, dikutip dari laman USK pada Jumat (3/4).
Seminar ini menghadirkan tiga pakar kelas dunia yang memaparkan temuan mendalam:
Sabrina Arredondo Mattson, Ph.D. (University of Colorado, AS): Membedah strategi pencegahan kekerasan berbasis data untuk menciptakan sekolah yang lebih aman di Indonesia.
Morten Koch Andersen, Ph.D. (Raoul Wallenberg Institute): Menyoroti bagaimana analisis jaringan sosial dan pengaruh teman sebaya di dunia digital berkontribusi pada tindak pidana terorisme.
Shr-Jie Sharlenna Wang, Ph.D. (DIGNITY, Denmark): Menjelaskan pengaruh transformasi digital terhadap kesejahteraan sosial dan akses layanan mental bagi kelompok marginal di wilayah perkotaan.
Langkah Nyata: Peresmian Pusat Riset CMHS
Tak sekadar diskusi, USK juga mengumumkan langkah strategis dengan memperkuat Center for Mental Health and Social Wellbeing Research (CMHS). Pusat riset ini diproyeksikan menjadi platform unggulan untuk advokasi kebijakan dan pengembangan penelitian interdisipliner yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Apresiasi khusus diberikan kepada tim peneliti USK yang dikoordinasikan oleh Doktor Rina Suryani Oktari dan Doktor Haiyun Nisa atas dedikasi mereka dalam menjalin kolaborasi internasional bersama mitra global seperti University of Copenhagen dan Universitas Indonesia.
Melalui inisiatif ini, USK berharap dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat dalam menghadapi kompleksitas era digital yang terus berkembang.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy