Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi mengungkapkan proses pencarian investor untuk mengaktifkan kembali Water Treatment Plant (WTP) Beureugang milik Perumdam Tirta Meulaboh di Kecamatan Kaway XVI.
Tarmizi mengatakan, sebelumnya PDAM Aceh Barat sempat mati suri sehingga tidak memungkinkan untuk mengaktifkan WTP Beureugang.
“Masalah banyak, utang juga sudah bertumpuk, pipa pun bocor sehingga tidak mungkin lagi untuk mengaktifkannya,” ujarnya saat peluncuran operasional WTP Beureugang, Sabtu, 14 Februari 2026.
Saat masa kampanye Pilkada 2024 lalu, kata Tarmizi, persoalan PDAM juga selalu disampaikan kepada dirinya.
“Dulu khususnya di Kecamatan Johan Pahlawan, asal naik panggung [kampanye Pilkada] itu selalu yang disampaikan kepada kami terkait PDAM,” ujarnya dikutip dari Laman Pemkab Aceh Barat.
Tarmizi mengklaim, ketika terpilih sebagai bupati, langkah pertama yang dilakukannya adalah memastikan PDAM aktif dan lancar kembali sesuai dengan harapan masyarakat.
“Dan alhamdulillah sudah mulai terus berjalan pelan-pelan, sampai hari ini sudah sampai ke WTP Beureugang. Kemudian kami bersama–sama jajaran pemerintah siang malam di enam bulan pertama setelah dilantik fokus mencari investor,” ujarnya.
Akhirnya, kata Tarmizi, mereka bertemu dengan Moya, investor air PDAM terbesar di Indonesia untuk Jakarta dan Jawa Barat.
Masalahnya, tambah dia, jika dilihat dari sisi ekonomi, investor itu tidak mungkin mau ke Aceh Barat,
“Tapi alhamdulillah mereka mau ke Aceh Barat melakukan survei menggunakan uang mereka sendiri yang jumlahnya sekitar Rp 1 miliar lebih demi kita Aceh Barat dan ini sedang berlangsung prosesnya,” ujar Tarmizi.
Nantinya, kata dia, PDAM akan bekerja sama dengan investor tersebut untuk mengalirkan air di lima kecamatan.
Menurut Tarmizi, salah satu tujuan pengaktifan kembali WTP Beureugang untuk mempersiapkan suplai air bersih bagi warga menjelang dan saat bulan puasa.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy