Jakarta – Sebanyak 58 ribu bangunan di Aceh Tamiang rusak akibat bencana akhir November 2025. Angka ini dipaparkan Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Joko Widodo, dalam seminar daring di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Menurut Joko, angka tersebut didapatkan dari hasil analisis pemetaan citra satelit oleh Tim Gugus Tugas Penanggulangan Bencana BRIN.
“Kami mengamati dengan baik apa yang terjadi di lapangan, kalau kami boleh katakan Aceh Tamiang boleh dikatakan 90 persen terdampak,” ujarnya dilansir Antara.
Namun, kata Joko, data itu perlu divalidasi lebih lanjut, sebab metode yang digunakan berbeda dengan yang dilakukan pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga: Pemerintah Aceh Kerahkan 5 Alat Berat Bersihkan Sekolah di Tamiang dari Lumpur dan Kayu Gelondongan
Data tersebut bisa diakses publik melalui tautan spectra.brin.go.id. Joko menyebutnya dapat menjadi acuan kepada seluruh pemangku kepentingan dalam merekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Di sisi lain, kata dia, BRIN telah menyampaikan data itu kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) untuk bisa menjadi acuan pengambilan keputusan yang tepat.
“Dalam pembicaraan itu kemudian kami sampaikan ‘Pak, untuk Aceh Tamiang, kalau kita merelokasi, kita akan seperti memindahkan kota, karena Aceh Tamiang itu memang di dataran banjir ya, flat plains. Kemudian, di tengahnya ada Sungai Tamiang yang lebar, daerahnya flat, jadi itu sebenarnya memang rentan banjir’,” ungkapnya.
Di samping itu, ia juga menyampaikan opsi untuk melakukan rekayasa teknik untuk menciptakan pembatas agar kondisi meluapnya Sungai Tamiang tidak sampai berdampak kepada masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
“Karena di Aceh Tamiang itu sangat memprihatinkan, banyak bangunan rumah yang tinggi lantai dan fondasinya dan itu bersih semua tersapu banjir dengan sangat bersih. Tidak ada bekas dinding, tidak ada atap, isinya rumah juga tidak tahu kemana, dan itu sangat banyak, sangat luas area yang mengalami seperti itu.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy