97 Warga Palestina Tewas Sejak 10 Oktober, Hamas Minta AS Berhenti Jadi Corong Propaganda Israel

Pejuang Hamas
Seorang pejuang Hamas berjaga di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, yang sedang dibersihkan pada 17 Oktober 2025. Foto: Reuters

Gaza – Israel terus membunuh warga Palestina dan melanggar kesepakatan gencatan senjata. Sebanyak 20 serangan udara terbaru zionis menewaskan puluhan orang pada Minggu, 19 Oktober 2025.

Badan Pertahanan Sipil Palestina menyatakan beberapa serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 42 warga Palestina.

Sementar jika diakumulasi, Kantor Media Gaza menyebut 97 warga Palestina telah tewas dan 230 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025.

Zionis mengklaim serangan itu sebagai respons terhadap Hamas yang menyerang mereka saat beroperasi “untuk membongkar infrastruktur teroris” di Rafah, Gaza selatan.

Militer Israel mengatakan dua tentaranya tewas dalam “pertempuran” di Gaza pada hari Minggu, dan membalas dengan serangan dan tembakan artileri.

Namun sayap bersenjata Hamas membantahnya dan mengatakan mereka tidak mengetahui adanya bentrokan di Rafah, serta tidak melakukan kontak dengan kelompok-kelompok di sana sejak Maret. Hamas juga mengatakan tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata.

“Kami tidak mengetahui adanya insiden atau bentrokan yang terjadi di wilayah Rafah, karena wilayah tersebut merupakan zona merah di bawah kendali pendudukan [Israel], dan kontak dengan kelompok-kelompok kami yang tersisa di sana telah terputus sejak perang kembali terjadi pada bulan Maret tahun ini,” kata Brigade Qassam, sayap bersenjata Hamas, dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Jazeera, Senin, 20 Oktober 2025.

Sementara itu, serangan tersebut membuat penduduk Gaza takut dan panik. Perempuan dan anak-anak, sebut Al Jazeera, bertanya kepada reporter mereka apakah perang kembali terjadi?

Bahkan, ada yang berkata, “Sekarang Israel sudah mendapatkan kembali tawanan, mereka kembali membunuh kami.”

Di sisi zionis, beberapa pejabat negeri Yahudi itu kompak mendukung serangan tersebut. Mereka juga menyerukan perang lanjutan di Gaza dan mengejek kesepakatan gencatan senjata.

Baca juga: Di Tengah Gencatan Senjata, Zionis Israel Terus Membunuh Warga Palestina

Di antaranya, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, salah satu provokator kelas wahid Israel saat ini.

Itamar mengatakan di X bahwa ia ingin tentara Israel “melanjutkan pertempuran sepenuhnya di Jalur Gaza dengan kekuatan maksimum”.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengunggah: “Perang!”. Dan Amichai Chikli, menteri urusan diaspora yang vokal, mengatakan: “Selama Hamas masih ada, akan ada perang.”

Sementara itu, pemimpin oposisi dan mantan anggota dewan keamanan Israel, Benny Gantz, mengatakan semua opsi harus tetap tersedia bagi Israel, “termasuk kembali ke manuver militer”.

Para pengamat menilai serangan itu menggarisbawahi rapuhnya perjanjian gencatan senjata, yang disebut bukanlah akhir dari apa yang telah terjadi dua tahun terakhir.

“Gencatan senjata ini sangat rapuh, dan bisa berubah arah.”

Sebelum serangan itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengklaim memiliki “laporan kredibel” yang menunjukkan Hamas akan segera melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Israel.

Sialnya, pernyataan Deplu AS itu diunggah di media sosial yang isinya: “Hamas berencana menyerang warga sipil di Gaza”.

Hamas membantah tuduhan AS itu. Mereka menyebut tuduhan itu salah dan sepenuhnya sejalan dengan propaganda Israel yang menyesatkan, serta memberikan kedok untuk melanjutkan kejahatan pendudukan dan agresi terorganisir terhadap penduduk Gaza.

Hamas meminta AS berhenti mengulang narasi menyesatkan yang diproduksi Israel dan fokus pada pelanggaran gencatan senjata.

“Fakta di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya, karena otoritas pendudukanlah yang membentuk, mempersenjatai, dan mendanai geng-geng kriminal yang melakukan pembunuhan, penculikan, pencurian truk bantuan, dan penyerangan terhadap warga sipil Palestina. Mereka telah secara terbuka mengakui kejahatannya melalui media dan klip video, yang menegaskan keterlibatan pendudukan dalam menyebarkan kekacauan dan mengganggu keamanan,” bunyi pernyataan Hamas.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy