11 Poktan di Lhokseumawe Terima Alsintan dari Kementan

Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar

Lhokseumawe — Sebelas kelompok tani di Lhokseumawe menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian, Kamis, 16 Oktober 2025.

Alsintan tersebut berupa satu unit combine harvester dan 10 unit pompa air untuk 11 kelompok tani (poktan) dari Kecamatan Blang Mangat dan Muara Dua.

Penyerahan alsintan dilakukan Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar di Gampong Meunasah Masjid Punteut, Blang Mangat.

Untuk Kecamatan Blang Mangat, pompa air diterima Poktan Mangat Hase, Gampong Blang Buloh; Poktan Alue Lim Jaya, Gampong Alue Lim; Poktan Makmue Beusaree, Gampong Teungoh; Poktan Pade Blang, Gampong Jeulikat; dan Poktan Mawar, Gampong Baloy.

Sementara di Kecamatan Muara Dua diterima Poktan Ubena Daya, Gampong Cut Mamplam; Poktan Blang Crum Tani, Gampong Blang Crum; Poktan Meunasah Manyang; Poktan Mitra Gardu, Gampong Cot Girek Kandang; dan Poktan Gandeng Tangan, Gampong Meunasah Alue.

Adapun satu unit combine harvester diberikan kepada Kelompok Tani Maju Beumeuhase di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat.

Sayuti menyebutkan bantuan itu bentuk kolaborasi antara Pemko Lhokseumawe dan Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi yang lebih maju.

“Saya telah bertemu langsung dengan Menteri Pertanian dan menyampaikan bahwa di Lhokseumawe terdapat lahan pertanian seluas lebih dari 1.100 hektare,” ujarnya dikutip dari Laman Pemko Lhokseumawe, Jumat, 17 Oktober 2025.

Dia berharap ke depan dibangun jaringan irigasi agar lahan pertanian yang selama ini hanya dapat dipanen sekali setahun bisa ditingkatkan menjadi dua kali atau lebih.

“Alhamdulillah, respon dari Bapak Menteri sangat positif,” ujarnya.

Sayuti menambahkan, bantuan alsintan itu juga bukti nyata dukungan pemerintah pusat terhadap upaya peningkatan kesejahteraan petani di daerah.

“Insya Allah ke depan, dengan dukungan Kementerian Pertanian, program pertanian modern di Kota Lhokseumawe bisa kita wujudkan dengan bantuan sarana dan prasarana pertanian, baik berupa alat maupun fasilitas penunjang lainnya,” tuturnya.

Sayuti berpesan bantuan itu digunakan untuk kebutuhan kelompok tani dan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.

“Mari kita manfaatkan bersama agar hasil pertanian di Lhokseumawe semakin meningkat.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy