Influencer Ferry Irwandi Bantu Borong Puluhan Ton Cabai Petani Bener Meriah dan Aceh Tengah Dikirim ke Jakarta

Cabai yang dibeli dari petani Bener Meriah dan Aceh Tengah tiba di Jakarta
Cabai yang dibeli dari petani Bener Meriah dan Aceh Tengah tiba di Jakarta. Foto: Instagram @kitabisacom

Redelong – Influencer Ferry Irwandi bersama kitabisa.com dan Rumah Tani Nusantara memborong hasil panen cabai petani Bener Meriah dan Aceh Tengah dan menjualnya di sekitar Jabodetabek.

Melansir video akun Instagram @kitabisacom yang diunggah pada Rabu, 17 Desember 2025, Ferry menyebutkan ada pesawat yang mengangkut cabai milik petani Bener Meriah dari Bandara Rembele ke Jakarta.

Di dalam video itu tampak berdus-dus cabai merah yang siap dikirim melalui pesawat. Sebuah pick up berada di landasan Bandara Rembele memuat berkarung-karung cabai yang hendak dimuat ke dalam pesawat PK-VVO.

“Kabar baiknya teman-teman, per hari ini (17/12) dan kemarin (16/12) ada pesawat kargo yang mengangkut cabe ke Jakarta. Jadi pesawat itu datang ke Jakarta, balik lagi ke Rembele. Artinya, hasil panen dari petani di Rembele dan Bener Meriah sudah berhasil dibeli,” ujar Fery dalam video itu dilihat Line1.News, Senin, 22 Desember 2025.

Pengiriman cabai itu dilakukan untuk menghidupkan kembali perputaran ekonomi di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Diketahui, hasil panen cabai berkualitas di kedua kabupaten itu kini melimpah.

Namun karena bencana membuat jalur darat kedua kabupaten terputus, distribusi cabai terputus. Jika dibiarkan, stok cabai akan menumpuk, harga jual anjlok bahkan komoditas tersebut berpotensi membusuk jika tidak bisa dijual.

Gagasan mengirimkan cabai itu mencuat sejak 14 Desember 2025. Ketika itu Ferry menyebutkan agar hasil panen cabai petani di kedua kabupaten itu diborong. Setelah itu, cabai tersebut dibawa kembali ke Jakarta menggunakan pesawat yang mengantarkan bantuan logistik.

Gagasan itu kemudian mendapatkan sambutan hangat dari Rumah Tani Nusantara dan kolaborasi pun dimulai.

“Jadi mereka punya kebutuhan untuk membeli cabai di Aceh Tengah [dan Bener Meriah], sedangkan kita punya kebutuhan untuk menyalurkan logistik berupa beras, sembako, dan kebutuhan lainnya di daerah tersebut,” ujar Ferry.

“Di sini supplay and demand bertemu, akhirnya kita putuskan urunan pesawat dibagi dua sehingga dead cost pesawat muatan kosong itu bisa dihindari. Sedangkan fix cost-nya bisa dibagi dua bebannya. Efeknya, kita berhasil nurunin cots per unit tanpa nambah resource,” imbuhnya.

Menurut Ferry, skema tersebut menghasilkan multiplier effect yang luar biasa.

“Penerima bantuan dapat beras, petani cabe dapat akses pasar, mitra logistik dapat muatan [saat] balik [ke Jakarta], dan ini bisa berkontribusi pada kestabilan harga pasar karena cabe Aceh Tengah dan Bener Meriah ini [bisa] dijual,” ujarnya.

“Yang paling ini menghidupkan kembali asa perekonomian masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah pascabencana. Yang melebihi ekspektasi, beras [bantuan logistik] yang kita beli itu langsung dari petaninya, begitu juga cabai yang dibeli pihak Rumah Tani, itu langsung dari petaninya,” imbuh Ferry.

Per 16 Desember, Rumah Tani sudah membeli 65,2 ton cabai dan telah dikirim ke Jakarta. Sedangkan 30,2 ton beras sudah sampai ke Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Skema ini akan terus berlanjut agar bantuan bisa cepat sampai, dan ekonomi warga Aceh Tengah & Bener Meriah tetap berjalan!” tulis @kitabisacom.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy