Detik-detik Penangkapan Gembong Narkoba Meksiko Usai Dijebak Petinggi Kartel Sinaloa

Pesawat yang diyakini membawa gembong narkoba Meksiko Ismael "El Mayo" Zambada dan Joaquín Guzmán López. Foto: Reuters
Pesawat yang diyakini membawa gembong narkoba Meksiko Ismael "El Mayo" Zambada dan Joaquín Guzmán López. Foto: Reuters

Texas – Sebuah pesawat kecil berbaling-baling mendarat di bandara dekat El Paso, Texas, Amerika Serikat (AS), Kamis lalu, 25 Juli 2024. Pesawat ini menyeberang secara ilegal dari Meksiko.

Begitu pesawat mendarat, para agen pemerintah AS dari berbagai institusi, langsung menyergap kedua penumpang pesawat itu: Joaquin “El Chapo” Guzman Lopez dan Ismael “El Mayo” Zambada. Keduanya petinggi kartel narkoba Sinaloa, Meksiko.

El Mayo adalah sosok yang paling dicari AS selama ini. Informasi yang dikutip Reuters menyebutkan, penangkapan El Mayo telah melewati proses berliku dan panjang terkait rencana penyerahan diri Joaquin, putra El Chapo yang sebelumnya telah diekstradisi ke AS.

Banyak pejabat AS awalnya sudah putus. Mereka merasa Joaquin tidak bakal menyerahkan diri. Bahkan, mereka tidak menyadari ketika Joaquin mengirim pesan rahasia pada menit-menit terakhir bahwa ia akan datang bersama seorang gembong narkoba yang telah diburu AS selama empat dekade.

Joaquin, 38 tahun, ternyata berhasil meyakinkan El Mayo untuk naik pesawat. Dia beralasan mereka terbang untuk melihat proyek real estate di Meksiko utara.

Reuters menjadi kantor berita pertama yang melaporkan penangkapan tersebut, sebelum pernyataan Departemen Kehakiman AS pada Kamis malam yang mengonfirmasi bahwa kedua pria tersebut telah ditahan di El Paso.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) dan Investigasi Keamanan Dalam Negeri (HSI), dua lembaga yang melaksanakan operasi penangkapan tersebut, mengerahkan agen lokal mereka di El Paso, dan baru mencapai bandara kecil itu saat pesawat pribadi tersebut mendarat.

Seorang pekerja di Dona Ana County International Jetport, dekat El Paso, mengatakan dia melihat pesawat Beechcraft King Air mendarat pada Kamis sore di landasan pacu, tempat agen federal sudah menunggu.

“Dua orang turun dari pesawat dan dengan tenang ditahan,” ujar pria tersebut.

Penangkapan El Mayo, yang berusia sekitar 70 tahun, diprediksi bakal mengguncang dunia perdagangan narkoba Meksiko. Perpecahan berdarah disebut akan terjadi antara dua keluarga–El Mayo dan El Chapo–yang selama ini mengendalikan Kartel Sinaloa.

El Mayo dituduh sebagai salah satu gembong narkoba berpengaruh dalam sejarah Meksiko, setelah mendirikan Kartel Sinaloa bersama El Chapo pada akhir 1980-an. El Chapo diekstradisi ke AS pada 2017 dan sedang menjalani hukuman seumur hidup di penjara dengan level keamanan maksimum di Colorado.

Belum dapat dipastikan kenapa Joaquin mengkhianati El Mayo, mitra lama ayahnya. Diduga, ia sengaja menjebak El Mayo untuk memperoleh kesepakatan yang lebih menguntungkan. Ia disebut-sebut ingin membantu saudaranya, Ovidio, yang ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat pada 2023.

Selama ini, pola operasi penangkapan gembong narkoba oleh AS jamak terjadi seperti itu. Para gembong narkoba kerap kali membuat kesepakatan sebagai imbalan, dengan memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan petinggi kartel lainnya.

Adapun El Mayo yang disidangkan keesokan harinya di Pengadilan Texas, mengaku tak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba, pencucian uang, dan sederet kejahatan lainnya.

Menurut pengacaranya, Frank Perez, El Mayo tidak datang ke AS secara sukarela. Perez mengatakan Joaquin telah menculik secara paksa kliennya di Meksiko dan membawanya ke AS.

Joaquin sendiri akan disidangkan Pengadilan Chicago pada pekan ini. Joaquin salah seorang dari empat putra El Chapo. Dia dijuluki Los Chapitos atau Little Chapos, yang ikut memerintah Kartel Sinaloa. Joaquin dan Ovidio memiliki ibu yang sama.

Kedua bersaudara itu dalam beberapa tahun terakhir menjadi target utama AS dalam pemberantasan narkoba. Keduanya dan Kartel Sinaloa digambarkan sebagai pengedar terbesar narkoba jenis fentanil ke AS. Kasus overdosis fentanil melonjak di AS, dan menjadi penyebab utama kematian warga berusia 18 hingga 45 tahun.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy