Terlalu Banyak Protein tapi Kurang Serat? Waspada, Usus Anda Bisa “Meradang”!

Protein dan serat
Protein dan serat harus berjalan beriringan dalam pola makan yang sehat. Foto: Unsplash

Bagi kamu yang sedang rajin diet tinggi protein atau hobi nge-gym, ada pesan penting dari dokter Karan Rajan. Dokter bedah asal Inggris yang juga konten kreator kesehatan ini mengingatkan bahwa tumpukan protein tanpa imbuhan serat yang cukup bisa menjadi kabar buruk bagi kesehatan pencernaan.

Mengapa Protein Berlebih Bisa Berbahaya?

Protein memang asupan vital bagi tubuh, tapi usus kita punya batasan. Melansir Hindustan Times, Minggu, 10 Mei 2026, dr. Rajan menjelaskan ketika kita mengonsumsi protein dalam jumlah sangat tinggi—terutama dari sumber hewani—tidak semua asam aminonya dapat diserap sempurna oleh usus halus.

Sisa-sisa protein yang tidak tercerna ini kemudian masuk ke usus besar dan mengalami proses fermentasi oleh bakteri usus, yang dikenal sebagai fermentasi proteolitik.

Dampaknya bagi Tubuh

Bukan sembarang fermentasi, proses ini menghasilkan senyawa seperti amonia dan hidrogen sulfida. Jika terjadi terus-menerus, senyawa ini dapat:

* Merusak dinding usus: Mengganggu pertahanan alami sistem pencernaan.

* Memicu peradangan: Paparan jangka panjang bisa menyebabkan inflamasi tingkat rendah yang berisiko mengubah sel-sel di lapisan usus besar.

* Masalah empedu: Diet tinggi protein hewani yang kaya lemak jenuh juga dapat meningkatkan asam empedu sekunder yang kurang baik bagi kesehatan.

Serat: “Penyelamat” Usus Anda

Kabar baiknya, Anda tidak harus berhenti makan daging. Kuncinya adalah keseimbangan. Rajan menyebut serat sebagai kompetitor sehat bagi protein.

Saat serat difermentasi, bakteri usus menghasilkan asam lemak rantai pendek yang menurunkan tingkat pH di usus dan menekan fermentasi protein yang berbahaya. “Fibre essentially wins (Serat pada akhirnya menang),” ujar Rajan.

Tips “Protein-Max” Tanpa Cemas:

1. Jangan lupakan sayur: Pastikan piringmu tetap berwarna hijau.

2. Coba protein nabati: Sesekali ganti daging dengan kacang-kacangan, lentil, edamame, atau kacang polong.

3. Fibre-Max: Jika ingin asupan protein maksimal, pastikan asupan seratmu juga berada di level maksimal.

Jadi, bagi Anda yang sedang mengejar body goals, pastikan usus Anda tetap bahagia dengan porsi serat yang cukup, ya!

Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy