Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh mengingatkan pedagang takjil berbuka puasa agar memastikan keamanan bahan baku digunakan tidak mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan.
“Kita mengimbau pelaku usaha atau pedagang untuk selalu memastikan bahan baku yang digunakan itu aman dari bahan-bahan berbahaya,” kata Ketua Tim Inspeksi BBPOM Aceh, Darwin Syah Putra kepada Line1.News, Rabu, 25 Februari 2026.
Darwin meminta para pedagang agar konsisten memastikan keamanan bahan baku dagangan takjilnya, termasuk bahan yang diperoleh dari pihak lain.
Menurutnya, aspek keamanan pangan tidak hanya terbebas dari bahan berbahaya, tetapi juga harus terhindar dari cemaran mikrobiologi seperti bakteri yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.
“Pedagang harus memastikan makanan yang akan dijual itu aman. Aman dari bahan berbahaya, dan aman juga dari cemaran-cemaran mikrobiologi atau bakteri,” ujarnya.
Baca juga: Hasil Uji BPOM, Takjil di Aceh Besar Aman Dikonsumsi
Selain itu, Darwin juga mengapresiasi para pelaku usaha yang telah berupaya menjaga kualitas dan keamanan produk makanan, khususnya takjil selama Ramadan.
Menurut Darwin, pihaknya melihat adanya komitmen dari para pedagang untuk memastikan produk yang dijual kepada masyarakat tetap aman dan higienis.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha yang sudah menjaga produknya dari bahan berbahaya. Mereka juga menjaga higienitas dan meyakinkan kepada masyarakat makanan terbaik untuk berbuka puasa,” jelasnya.
Pihaknya juga mengingatkan kepada konsumen untuk lebih berhati-hati membeli makanan dan obat-obatan dengan menerapkan motto: “Ceklik BPOM”.
Adapun Ceklik singkatan dari Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa untuk memastikan keamanan produk obat dan makanan. Pastikan kemasan tidak rusak, label jelas, terdapat nomor izin edar BPOM, dan belum melewati tanggal kedaluwarsa.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy