Buaya Pemangsa Warga Leubok Pempeng Masih Berkeliaran, Para Pencari Kerang Resah

Evakuasi korban terkaman buaya
Warga mengevakuasi korban yang diterkam buaya. Foto: Humas Polres Aceh Timur

Idi – Selepas tragedi seorang warga Gampong Leubok Pempeng, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur diterkam buaya pada Sabtu, 21 Juni 2025, para pencari kerang air tawar di sana belum berani turun ke sungai.

Sekretaris Leubok Pempeng Wahyu mengatakan warga masih dihantui ketakutan untuk kembali beraktivitas di sungai seperti biasanya.

Buaya pemangsa tersebut, kata Wahyu, hingga kini masih berkeliaran di sungai. Warga resah jika kembali mencari kerang, mereka akan menjadi korban selanjutnya.

Baca juga: Satu Meter dari Maut: ‘Saya Lihat Abang Diterkam Buaya Leubok Pempeng’

“Warga hingga hari ini belum berani ke sungai karena takut diterkam buaya,” ujar Wahyu kepada Line1.News, Selasa, 24 Juni 2025.

Situasi itu dikhawatirkan berpengaruh ke mata pencaharian masyarakat. Sebab, kata dia, sebagian besar warga Leubok Pempeng bergantung hidup dengan menjual kerang air tawar.

“Warga di sini hampir 70 persen mata pencaharian mereka dengan menyelam mencari kerang air tawar dan menjualnya,” ujarnya.

Baca juga: Warga Peureulak Meninggal Dunia Diterkam Buaya Saat Cari Kerang di Sungai

Sebelumnya, Iskandar, 32 tahun, meninggal dunia usai diterkam buaya di aliran sungai desa tersebut pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Saat itu, Iskandar sedang mencari nafkah untuk keluarganya dengan menyelam ke dasar sungai mengumpulkan kerang air tawar.

Keluarga Iskandar berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan pihak terkait lainnya segera menangkap buaya pemangsa itu sebelum warga lain menjadi korban.

Namun hingga berita ini ditayangkan, BKSDA Aceh belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy