Tel Aviv – Platform media sosial heboh pada Kamis, 19 Juni 2025, menyusul kecaman Israel atas serangan rudal Iran di Rumah Sakit Militer Soroka, Beersheba, Israel selatan.
Pemerintah Israel menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang, pelanggaran yang disengaja terhadap hukum internasional, dengan alasan penargetan fasilitas medis sipil.
Namun kecaman itu langsung mendapat reaksi keras di dunia maya, banyak yang menuduh Israel hipokrit.
Melansir Middle East Eye, para pengguna media sosial menunjukkan selama hampir dua tahun, pasukan zionis Israel (IDF) secara membabi buta menyerang sistem kesehatan Gaza.
Mereka mengebom rumah sakit, menyerbu bangsal gawat darurat, dan memaksa staf medis dan pasien mengungsi di bawah hujan tembakan.
“Jika menyerang rumah sakit adalah kejahatan perang, maka para ekstremis radikal Yahudi adalah penjahat perang terbesar. Dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza, hanya 9 yang masih beroperasi, semua yang lain telah dihancurkan oleh pengeboman Israel,” tulis seorang pengguna media sosial.
Yang lain menambahkan, “Jika ini adalah kejahatan perang, maka tindakan IDF yang mengebom setiap rumah sakit di Gaza juga merupakan kejahatan perang,” tulis yang lain.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga Mei 2025, hanya 19 dari 36 rumah sakit di Gaza yang masih beroperasi. Sedikitnya 94 persen dari semua rumah sakit di daerah yang dikepung Israel, rusak atau hancur.
WHO mencatat 697 serangan Israel terhadap infrastruktur layanan kesehatan di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi serangan rudal Iran di Beersheba dengan mengunggah video dari lokasi rumah sakit.
“Kami secara akurat menyerang target nuklir dan rudal [di Iran], dan mereka menyerang rumah sakit, di mana orang-orang bahkan tidak bisa bangun dan lari. Mereka melukai tidak jauh dari sini–ada bangsal anak-anak dan bayi di sini,” ujarnya.
Seorang pengguna media sosial menanggapi, “[Pernyataan] Ini datang dari penjahat perang yang mengebom 35 rumah sakit di Gaza, 2 rumah sakit di Iran, 40 rumah sakit di Lebanon. Anda tidak punya kesadaran diri dan rumah sakit itu sendiri tidak dibom oleh Iran, berhentilah menempatkan fasilitas militer di dekat rumah sakit Anda.”
Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar mencuit di X bahwa “rezim Iran yang jahat telah melanggar semua batas moral”.
Seorang pengguna menjawab, “Anda dan orang-orang yang setara dengan Anda adalah hal paling jahat yang kami saksikan. Kejahatan Anda dapat terlihat pertama kali di Gaza ketika pemerintah jahat Anda menghancurkan semua rumah sakit di sana. Mengebom rumah sakit memang jahat, tetapi lihatlah cermin terlebih dahulu sebelum berteriak meminta simpati…”.
Banyak juga yang mengkritik Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dan menuduhnya munafik setelah dia mengatakan “[Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali] Khamenei akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya”.
Sementara yang lain mengalihkan fokus pada apa yang mereka anggap sebagai bias mencolok dalam liputan media barat. Khususnya kontras yang mencolok dalam cara media melaporkan penderitaan Israel versus Palestina.
Jurnalis Irlandia Barry Malone menulis, “Perbedaan antara pelaporan tentang rumah sakit yang diserang di Israel dan pelaporan tentang rumah sakit yang diserang di Gaza adalah contoh mencolok dari bias media Barat. Hal ini sungguh dapat diajarkan di sekolah jurnalisme.”
Iran Bantah Sengaja Serang Rumah Sakit
Iran sendiri membantah tuduhan Israel bahwa mereka secara sengaja menyerang Rumah Sakit Soroka.
“Angkatan Bersenjata kami yang kuat secara akurat menghancurkan Markas Komando Militer, Kontrol, dan Intelijen Israel dan target penting lainnya,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah pernyataan di akun X miliknya, seperti dikutip Anadolu, Jumat, 20 Juni 2025.
Ia mengatakan gelombang ledakan tersebut menyebabkan kerusakan dangkal pada sebagian kecil Rumah Sakit Militer Soroka di dekatnya, dan sebagian besar telah dievakuasi.
“Fasilitas tersebut terutama digunakan untuk merawat tentara Israel yang terlibat dalam genosida di Gaza sejauh 25 mil, tempat Israel telah menghancurkan atau merusak 94 persen rumah sakit Palestina.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy