[Foto] Berburu Logistik ke Jalur KKA

BM Line FauzanMY
Warga menuruni sebuah tebing sungai di jalur KKA yang longsor, Minggu, 14 Desember 2025. Foto: Line.News/Fauzan MY

Korban bencana di Aceh Tengah dan Bener Meriah menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki ke Jalan KKA untuk mendapatkan logistik seperti beras, BBM, bahkan gas elpiji.

Di pundak mereka tersampir tas ransel besar untuk memuat logistik, karung yang dimodifikasi menjadi ransel, ada juga yang membawa jeriken untuk mengisinya dengan BBM.

Belum semua jalur kembali seperti semula. Di beberapa titik, alat berat bekerja membersihkan material longsor dan menyambungkan kembali jalan yang terputus. 

Hingga Minggu, 14 Desember 2025, dari arah Simpang Tiga, Buntul, Kecamatan Permata, Bener Meriah, jalur ke Jalan KKA bisa dilintasi dengan kendaraan seperti mobil hingga tiga kilometer (koreksi: sebelumnya tertulis tujuh kilometer).

Titik kerusakan jalan yang pertama putus tepatnya di bawah Pasar Baru Buntul Kemumu. Jalan putus ini hanya bisa dilalui sepeda motor setelah dipasang jembatan darurat dari kayu. Sedangkan mobil bisa melewati jalan dari Buntul Kepies ke Pasar Baru.

Dari titik parkir terakhir, pencari sembako harus berjalan kaki sejauh tiga kilometer hingga titik lokasi wisata Guci Mount Water setelah melewati pasar buah. Lalu dari Guci menempuh berjalan kaki lagi sejauh dua kilometer hingga lokasi pondasi jembatan yang terjungkit. Jembatan ini berada di antara Desa Seni Antara dengan Burni Pase.

Untuk melewati alur sungai tersebut, para pemburu logistik harus menuruni tebing licin setinggi 20 meter sembari berpegangan pada seutas tali dan pohon tumbang. Sudah pasti, nyawa taruhannya.

Setelah jembatan, kira-kira 500 meter akan bertemu banyak pedagang dadakan membuka lapak di pinggir jalan. Mereka menjual beras, BBM, dan sembako lainnya. Para pedagang tersebut membawa komoditas dagang melewati Gunung Salak, Aceh Utara, yang sudah bisa dilalui dengan kendaraan roda empat.

Dari pasar dadakan tersebut, kalau mau berjalan lagi sejauh satu kilometer akan tiba di kampung di Kem, “ibu kotanya” Seni Antara, desa terakhir di wilayah Permata yang berbatasan dengan Nisam Antara, Aceh Utara. Foto-foto: Line1.News/Fauzan My

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy